Pasukan Marinir TNI AL Ajari Prajurit Marinir Amerika Jungle Survival

Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut (AL) yang tergabung dalam Satgas Latma Multilateral Rim Of The Pacific (Rimpac) 2018 berbagi ilmu patroli tempur dan jungle survival di Marine Corps Base Hawaii (MCBH), Amerika Serikat, Selasa 3 Juli 2018.
Kegiatan yang dipimpin langsung Komandan Kompi Pasrat Mayor Marinir Afrison Taufik tersebut diikuti prajurit Marinir TNI AL dan dari negara peserta Rimpac 2018, yaitu Malaysia, Sri Lanka dan tuan rumah Amerika Serikat (AS).

Materi pertama dalam latihan itu, yakni patroli tempur yang disampaikan oleh Mayor Marinir Afrison Taufik, meliputi teori dan diperagakan oleh prajurit Marinir TNI AL.

Usai pemberian materi secara teori, kemudian dilanjutkan dengan praktik patroli tempur secara gabungan, yaitu dari prajurit Marinir TNI AL dan Marinir Amerika di Marine Corps Base Hawaii.

Setelah pelaksanaan patroli tempur, Mayor Marinir Afrison Taufik beserta prajurit Marinir TNI AL memberikan materi tentang tata cara bertahan hidup di hutan (jungle survival) dengan memperkenalkan berbagai jenis tanaman hutan yang bisa dimakan secara langsung (tanpa harus dimasak terlebih dulu) dan yang tidak bisa dimakan serta cara mendapatkan sumber air dari tumbuhan.


Prajurit Marinir AS, Sri Lanka dan Malaysia cukup antusias dalam mengikuti materi latihan yang diberikan prajurit Korps Marinir TNI AL.

“Meski mulanya terlihat agak ragu, namun prajurit peserta latihan terutama prajurit Marinir Amerika mencoba mencicipi sejumlah makanan botani yang telah dicontohkan terlebih dahulu oleh prajurit Marinir Indonesia,” kata Komandan Satgas Rimpac, Mayor Marinir Aristoyuda melalui keterangan pers, Jumat (6/7/2018).

Baca Juga:  Panglima TNI Ajak Prajurit Jaga Kepercayaan Rakyat

Aristoyuda mengatakan, patroli tempur dan jungle survival merupakan salah satu materi yang diberikan prajurit Korps Marinir TNI AL dalam Latma Rimpac 2018.


Selain materi tersebut, lanjutnya, prajurit Marinir TNI AL bersama-sama dengan prajurit Marinir dari beberapa negara juga melaksanakan latihan helly water jump, dan Military Operation Urban Terain (MOUT).

“Beberapa materi lainnya juga diberikan yang bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dan mempererat hubungan Marinir di kawasan Asia-Pasifik,” kata Arsitoyuda.

Sumber: sindonews.com

1 Komentar

  1. Buset.. Masa sih orang amerika ragu icip2 hutan belantara negaranya sendiri, klo perang beneran bisa gawat tuh 😀

    Padahal John Ramboo udah pensiun 😀

Tinggalkan Balasan