Pasukan Pemberontak Sokongan Turki di Suriah Saling Bentrok Perang di Kota Afrin

Pada 28 Mei, pertempuran sengit meletus antara kelompok-kelompok militan yang didukung Turki di kota Afrin yang diduduki Turki. Bentrokan dimulai setelah gerilyawan Divisi Hamza yang disokong Turki menembak dan membunuh seorang anak dan seorang pemilik toko yang menolak penjarahan barang di toko mereka.

Pemilik toko yang terbunuh ternyata sudah membayar uang keamanan pada kelompok Jaish al-Islam. Sebagai balasan, Jaish Islam menyerang posisi Divisi Hamza di pusat kota memaksa mereka untuk melarikan diri dari Afrin. 3 anggota Divisi Hamza, seorang anggota Jaish al-Islam dan 3 warga sipil tewas dalam bentrokan itu. Setidaknya 6 warga sipil juga terluka.

Situasi menurun pada sore hari setelah Divisi Hamza merilis sebuah pernyataan yang menjanjikan untuk memulai penyelidikan atas insiden tersebut dan meminta para militan yang terlibat dalam serangan terhadap toko bertanggung jawab. Pada tanggal 29 Mei, para pejuang Divisi Hamza dilaporkan mulai kembali ke pusat kota Afrin.

Penjarahan, baku tembak di jalanan, dan raket pemerasan adalah bagian biasa dari kehidupan sehari-hari di bagian yang dikuasai Turki di Suriah utara. Padahal Daerah Afrin sebelumnya aman dan damai dibawah penguasan suku Kurdi, suku mayoritas di bagian utara Suriah.

Bentrokan antara milisi sokongan Turki sering terjadi. Pada 25 Mei, dua unit Divisi Murad bentrok satu sama lain di al-Bab dan selatan kota, dekat Abu Zindin yang bersilangan dengan daerah yang dikuasai pemerintah. Setidaknya satu militan dan beberapa warga sipil terluka dalam insiden yang disebabkan oleh rebutan rute penyelundupan di antara komandan lokal.

Baca Juga:  Rudal Hutsi Yaman Hantam Bandara Udara di Arab Saudi, 26 Orang Terluka
Foto: Bulent Kilic/Agence France-Presse — Getty Images

Kelompok-kelompok militan yang didukung Turki tidak peduli tentang kemungkinan korban sipil sebagai akibat dari kegiatan kriminal mereka. Satu-satunya perbedaan dari kasus Afrin adalah bahwa warga sipil yang dibunuh oleh Divisi Hamza tampaknya berafiliasi dengan kelompok militan Jaihs Islam.

Satu lagi masalah keamanan bagi pasukan pimpinan Turki adalah serangan reguler oleh pemberontak Kurdi. Setidaknya sembilan gerilyawan tewas dan dua lainnya cedera dalam ledakan IED, serangan penembak jitu dan penyergapan yang dilakukan oleh Pasukan Pembebasan Afrin yang dipimpin Kurdi di wilayah Afrin pada 17 Mei, 18 Mei, 19 Mei, 23 Mei, dan 25 Mei.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan