Pasukan Pemberontak Sokongan Turki Menjarah Rumah dan Toko Di Kota Afrin

Para pemberontak anti pemerintah Suriah yang disokong Turki telah merebut Kota Afrin di bagian utara Suriah dari kekuasaan pasukan milisi Kurdi YPG pada Minggu (18/3). Setelah kemenangan itu para pemberontak dilaporkan BBC telah menjarah kota tersebut.

Laporan dari lembaga pemantauan Suriah menyebutkan bahwa rumah warga sipil, toko serta fasilitas militer dan pemerintah di Kota Afrin telah ludes dijarah.

Selama ini kota Afrin hidup aman damai di tengah kecamuk konflik Suriah berkat perlindungan aliansi Kurdistan. Aliansi ini terbentuk atas inisiasi pemerintah otonom Kurdi Irbil Irak untuk melindungi suku bangsa Kurdi dari kekacauan di Suriah dan Irak. Kurdi Suriah dipersenjatai untuk mengamankan wilayah mereka sendiri dengan pusat komando di Afrin.

Turki masuk menyerang Afrin dengan alasan mereka terafiliasi dengan PKK, organisasi pemberontak Kurdi Turki. Pihak oposisi Kurdi Suriah telah membantah hal tersebut.

Klaim itu terasa palsu karena wilayah Kurdi Afrin tidak langsung berbatasan dengan Turki. Di sepanjang perbatasan Suriah-Turki dikuasai kaum pemberontak FSA sokongan Turki. Lihat infografis ini.

Abdul Basset Sida, tokoh oposisi anti rezim dari komunitas Kurdi, yang telah mundur dari KoalisiNasional setelah penyerangan Turki berlangsung, juga mengecam aksi penjarahan di Kota Afrin.

“Penghancuran monumen Kawa Haddad…dan penjarahan toko serta rumah tidak bisa diterima secara moral,” ujarnya.


Kesaksian penjarahan juga dikemukakan sejumlah wartawan kantor berita AFP di Afrin juga menyebutkan para personel milisi pemberontak memasuki toko-toko, restoran, dan rumah secara paksa. Mereka kemudian keluar membawa makanan, perangkat elektronik, selimut, dan barang-barang lain.

Baca Juga:  Serangan Balasan, Turki Tangkap Ribuan Militan Pemberontak Kurdi

Setelah itu, rombongan para pemberontak tersebut diangkut truk keluar dari kota.

Komandan pasukan pemberontak FSA Moataz Raslan, mengecam aksi para kombatanya itu yang disebutnya “pencoleng”. Kepada kantor berita Associated Press, dia menegaskan akan membentuk sebuah unit untuk melindungi properti guna mencegah penjarahan.

Yang mengerikan, Turki masih ingin terus masuk lebih dalam ke wilayah teritori Suriah


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, berencana untuk melebarkan serangan militer ke kawasan sebelah timur yang dikuasai Kurdi.

“Operasi militer akan berlanjut sampai koridor teror disapu bersih di Manbij, Ain al-Arab [Kobane], Tal Abyad, Ras al-Ain, Qamishli,” cetus Erdogan.

Erdogan menyebut kejatuhan Kota Afrin setelah diserbu selama dua bulan sebagai sebuah “koma” dalam operasi militer terhadap milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG). (BBC/AFP/CNN)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan