18 Tentara Paramiliter Filipina Tewas Disergap Abu Sayyaf

Berdasarkan keterangan dari juru bicara militer Filipina Mayor Filemon Tan bahwa sekitar 120 milisi Abu Sayyaf terlibat kontak senjata dengan pasukan militer Filipina. Kontak senjata terjadi mulai pada pukul 07.00 pagi waktu setempat hingga pukul 17.00. Sumber dari media Filipina inquirer.net dari pihak militer Filipina, Minggu (10/4/2016), menyebutkan beberapa orang militer Filipina telah dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf.

Dalam kontak senjata tersebut, 18 Tentara Filipina tewas dan 1 orang anggota kombatan Abu Sayyaf dari Maroko tewas. Operasi ini dilakukan untuk upaya membebaskan para sandera yang berasal dari berbagai negara Asing yang ditawan oleh komplotan Abu Sayyaf. Pemimpin militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri mengkonfirmasi kabar duka tersebut. “Seluruh angkatan bersenjata berduka,” katanya.

Menurut pengakuan seorang pejabat militer. Kekalahan telak ini karena posisi pasukan pemerintah yang disergap. Kelompok Abu Sayyaf disebut berada dalam posisi yang menguntungkan karena berada di wilayah tinggi. Yang menyerang dengan menggunakan senjata peluncur granat M203 dan berjumlah sekotar 100 hingga 150 orang. Serangan ini sangat mematikan. Kelompok Abu Sayyaf disebut berada dalam posisi yang menguntungkan karena berada di wilayah tinggi.

“Musuh berada dalam posisi yang lebih tinggi. Jadi di mana pun tentara kami mencari perlindungan, mereka masih bisa terkena senjata berat dan peledak dari kelompok Abu Sayyaf,” terangnya.


Pemerintah Filipina dikritik oleh banyak media di dalam negerinya terutama terkait keseriusan dalam menangani krisis ini. Para tentara yang tewas kualifikasinya hanya “paramiliter” bukan tentara organik apalagi tentara elit. Bila di Indonesia hanya sekelas Brimob, polisi bersenjata yang tidak cocok untuk meladeni perang Gerilya.

Baca Juga:  Pesawat F-35A Milik Australia Terancam Karatan

Gubernur Mindanao Mujiv Hataman juga mengatakan dirinya mendapatkan informasi adanya tentara Filipina yang tewas saat baku tembak dengan kelompok Isnilon Hapilon yang berafiliasi dengan kelompk Abu Sayyaf. Usai baku tembak itu, pihak milisi yang dipimpin oleh Hapilon telah menempatkan orang-orangnya di wilayah Sulu untuk mengantisipasi adanya operasi militer yang lebih besar.

Berikut data sandera Abu Sayyaf termasuk Warga Negara Indonesia di dalamnya:

1. Belanda : Ewold Hurn
2. Kanada : John Ridsdel and Robert Hall
3. Norwegia : Kjartan Sekkingstad
4. Indonesia : Peter Tonsen Barahama, Julian Philip, Alvian Elvis Peti, Mahmud, Surian Syah, Surianto, Wawan Saputra, Bayu Octavianto, Reynaldi, Wendi 5. Raknadian

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan