Patria Kembangkan Versi Tanpa Awak Kendaraan Lapis Baja AMV 8×8

Selama acara European Land Robot Trial (ELROB) yang diadakan di Belgia dari 24 hingga 28 September 2018 lalu, Perusahaan Finlandia, Patria, mendemonstrasikan versi baru tanpa awak dari kendaraan multirole lapis baja 8×8 AMV yang sepenuhnya digitalized penuh. Di Belgia, test drive kendaraan robot Eropa itu menunjukkan bahwa Patria berada di garis depan dalam mengembangkan teknologi baru.

Pengembangan kendaraan tak berawak untuk misi pengintaian, dukungan, dan tempur adalah topik hangat di sektor pertahanan di seluruh dunia. Pada acara ELROB, juri menilai tingkat berbagai solusi teknologi dalam tantangan masalah sehari-hari.

Patria berkompetisi dalam kategori di mana kemampuan kendaraan militer tak berawak diuji dalam misi konvoi. Kendaraan yang dikendalikan dari jarak jauh tersebut harus mengikuti
kendaraan komando secara mandiri.

“Patria AMV yang sepenuhnya digital, merupakan bagian dari rangkaian produk Patria AMV 8×8, menerima banyak perhatian positif pada acara tersebut,” kata Matti Saarikko, Direktur Manajemen Teknologi dari Land Business Unit Patria.

“Pengujian berlangsung di bawah kondisi realistis. Rute sepanjang 2,4 kilometer termasuk jalan pelosok yang licin, misalnya,” tambah Saarikko.Namun, Saarikko menginginkan jalur uji yang lebih menantang. Dia menegaskan bahwa hal ini akan menonjolkan kualitas baik kendaraan Patria tersebut secara lebih efektif.

“Umpan balik positif dari juri menunjukkan bahwa kami telah mengembangkan alternatif yang kredibel di antara kendaraan tak berawak lain. Solusi Patria sudah hampir menjadi jenis produk yang tepat yang dapat digunakan pelanggan.”

Baca Juga:  Tukar Tahanan Dengan Amerika, Iran Minta Syarat Ini

Kendaraan AMV Patria tanpa awak tersebut didukung oleh sistem sensor berbasis laser, kamera dan radar.
Penentuan posisi dengan inersia dan GPS juga diperlukan untuk mengendalikan kendaraan tersebut. Fungsi otonom tersebut dapat diintegrasikan ke semua kendaraan Patria AMV yang telah ada. Lebih dari 1.600 di antaranya telah digunakan oleh militer dari berbagai negara.


“Sistem kontrol drive-by-wire terintegrasi yang dikembangkan oleh Patria memungkinkan kendali jarak jauh kendaraan dan fungsi otonom kendaraan tersebut. Sistem ini juga memungkinkan penggunaan kendaraan tersebut secara tradisional dan berawak.”


Sumber : armyrecognition.com/ TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan