Pejuang Kurdi Siap Berkoalisi Dengan Pemerintah Suriah Mengusir Militer Turki

Para pejuang Kurdi Suriah, mereka siap berkoalisi dengan Rezim Bashar Assad. Gambar: TheMorningStar.com

Kelompok pejuang etnis Kurdistan mengosiasikan kerjasama dengan pasukan Suriah, guna merebut kembali wilayah utara Suriah yang diinvasi dan diduduki militer Turki dan kelompok bersenjata lokal proksi mereka.

Kabar ini diwartakan kantor berita FARS, Rabu (1/8/2018) mengutip sumber di kalangan elite Syrian Democratic Party (SDP). Salih Muslim, eks Ketua SDP yang juga komandan tempur Kurdi, menyebut perundingan saat ini sedang berlangsung.

Jika kesepakatan dicapai, para pejuang Kurdi akan membantu pasukan Damaskus merebut kontrol atas Kota Afrin yang diduduki Turki.

Koalisi itu juga akan bersama-sama bertempur merebut kontrol atas Provinsi Idlib yang dipenuhi kombatan jihadis asing dan pemberontak Suriah.

Salih Muslim menegaskan, kelompok Kurdi tidak merancang kerjasama ini dengan Washington. Mereka mencoba bersikap dan memutuskan secara independen rencana persekutuannya dengan pemerintah Damaskus ini.

Tokoh kelompok bersenjata Kurdi ini juga menambahkan, jika dicapai persetujuan dengan Damaskus, maka Syrian Defence Force (SDF), sayap militer Kurdi, akan bergabung dengan pasukan Suriah. Termasuk semua kelengkapan senjatanya.

Ada sekitar 70.000 personil SDF yang memiliki kemampuan tempur, termasuk keberhasilan mereka menumpas gerombolan ISIS di Suriah utara. Di antaranya mengusir kelompok ISIS dan jihadis dari Kota Manbij.

Prospek senada disampaikan Riad Darar, Wakil Ketua Syrian Democratic Council. Pasukan SDF akan bertempur di sisi pasukan Damaskus, melawan para pemberontak dan teroris di wilayah mereka.

Baca Juga:  Biadab, Myanmar Tanam Ranjau Di Perbatasan Untuk Mencegah Etnis Rohingya Melintas

Di Raqqa, kelompok bersenjata Kurdi menyerahkan sebuah rumah sakit yang semula mereka kuasai, ke pemerintah Suriah. Disiarkan Al Watan, kelompok SDF menyerahkterimakan pengelolaan RS Tabaqa.


SDF juga membantu penyerahan kembali 35 jasad tentara Suriah dari Brigade ke-93 yang tewas dieksekusi kelompok ISIS. Kantor berita FARS mengutip sumbernya, juga menyebut ada proses penarikan pasukan AS dari basis-basis etnis Kurdi di Suriah utara.

YOG Kurdi Suriah punya kekuatan yang cukup signifikan. Gambar: wolrdbulletin.net

Perkembangan lain, pasukan AS dan proksinya etnis Kurdistan, menggelar serangan pamungkas memburu kelompok ISIS di sekitar Sungai Eufrat di Suriah utara, dekat perbatasan dengan Irak.

Operasi itu ditargetkian merebut kembali Kota Hajin di distrik Abu Kamal. Deputi Komandan Strategis Pasukan Koalisi AS, Feliux Gedney, menegaskan, AS dan sekutunya ingin menuntaskan mengeliminasi ISIS di Suriah.

Usaha ini diperkirakan tidak akan berlangsung mudah. Menurut Gedney, kelompok ISIS membaur bersama warga sipil di kota itu, sehingga menyulitkan upaya penindakan keras jika mereka melawan.

AS memimpin koalisi 70 negara, yang memberi bantuan langsung maupun tak langsung dalam perang melawan ISIS di Irak dan Suriah. Di Irak, militer AS bekerjasama dengan pemerintah Baghdad. Sedang di Suriah, AS bergerak sepihak

Sumber: tribunnews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan