Pembelian Pesawat Tempur Sukhoi Su-35 Menguntungkan Indonesia

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebut pembelian Sukhoi Su-35 menguntungkan Indonesia. Sebab ada kerja sama berkelanjutan antara negara produsen Rusia dengan pemerintah Indonesia.

“Karena ada imbal dagangnya 50 persen. Kita bisa ekspor,” kata Ryamizard di Kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis 22 Juni 2017.

Perjanjian antara Indonesia dan Rusia itu meliputi pembangunan pabrik suku cadang pesawat tempur di Tanah Air. Nantinya di Indonesia akan tersedia suku cadang hingga pusat perbaikan pesawat tempur Sukhoi.

Namun Menhan menolak menjelaskan detail kerja sama termasuk 50 persen imbal dagang mengingat hal tersebut, kata dia, masuk ranah Kementerian Perdagangan (Kemendag). Yang jelas, Ryamizard akan berusaha mendatangkan 10 lebih pesawat tempur Sukhoi ke Tanah Air.

“Kemarin kan dananya untuk 8 pesawat, saya akan coba bisa 10. Kalau bisa 11 (pesawat Sukhoi),” kata Ryamizard.

Disinggung mengenai waktu kedatangan pesawat, Mantan KSAD itu meminta semua pihak sabar. Karena proses mendatangkan pesawat terbilang rumit, apalagi yang baru. “Ya dibuat dulu, kan kita enggak beli bekas,” pungkasnya.

Sumber : metrotvnews.com

Baca Juga:  Awasi Kapal Selam Asing, Pemerintah Pasang Instalasi Sonar Bawah Laut

4 Komentar

  1. Indonesia jangan puas diri, dengan perjanjian yang kelihatannya menguntungkan indonesia, masih banyak yang harus dikerjakan karena banyak pekerjaan yang belum dikerjakan, contoh dengan banyaknya provinsi dan belasan ribu pulau, apa puas indonesia hanya punya 5-8 skadron jet tempur dan 2 skadron pesawat angkut serta 24 radar militer perkiraan saya, saya pikir tidak cukup so saya bilang ingin menjatuhkan bangsa saya sendiri, bagi saya yang penting kerja dan diam, apalagi pertahanan bangsa merupakan rahasia negara, tidak ada yang boleh tahu berapa besar kemampuan pertahanan dan alutsista yang indonesia miliki serta berapa besar jumlah personil yang siap untuk dikerahkan serta jumlah personil cadangan. Indonesia masih kekurangan jet tempur latih, setidak2nya ada adakan 16 skadron pesawat tempur latih dari korea selatan misal FA 50 meskipun untuk digunakan tapi indonesia kualifikasikan sebagai pesawat latih taktis tempur, kita sendiri yang harus menaikkan kualitas. Kemudian pesawat latih2 baling2 paling tidak adakan 12 skadron, yang biasa buatan jerman, kemudian 14 skadron super tucano, adakan pesawat tempur Su 27 untuk 10 skadron, Su 30 dari berbagai jenis dan fasilitas diadakan 10 skadron, diadakan juga 10 skadron F18 dan F15, gabungan produk amerika dan rusia ini untuk mengantisipasi molornya selesainya prototipe IFX/KFX, sehingga lawan susah menebak, di pulau A dikerahkan apakah Sukhoi 27 atau kan sukhoi 30 ataukah F15 ataukah F18, kemudian pesawat angkut yang berukuran besar setidak2nya diadakan 8 skadron, indonesia juga perlu 16 skadron pesawat angkut, indonesia juga perlu memperbanyak helikopter serang dan serbu, setidak2nya perlu 30 skadron dan 40 skadron heli anti kapal selam untuk menjaga jutaan kilometer wilayah perairan nusantara, juga perlu 60 unit pesawat peringatan dini yang dipersenjatai tidak hanya diare tapi juga tidak dan torpedo serta roket, indonesia juga perlu memperbanyak radar militer setidak2nya 130 unit yang dilengkapi juga alutsista pertahanan udara juga artileri, indonesia harus mengembangkan kemampuan, radar tidak hanya dilengkapi dengan pertahanan udara tapi juga dengan peluncur roket jarak menengah dan jarak jauh serta jarak dekat untuk merontokkan kapal perang, kapal induk supaya tidak kirim lagi kapal perang dan pesawat juga tempur juga harus ada setidak2nya ada 1 pleton pasukan cyber, juga dilengkapi artileri untuk merontokkan persoNil infanteri. Kalau malau hadapi calon lawan berpikirlah bagaimana calon lawan itu menghadapi kita niscaya kita akan lebih siap untuk menghadapi, kemudian memperbanyak tank dari kelas heavy sampai medium, dan juga penser anoa yang juga dilengkapi dengan peluncur roket lebih memberikan shock terapi jika melakukan gempuran dibandingkan peluncur mortir, tapi semuanya diperlukan saat di medan tempur, jangan lupa membangun bungker2 baru tidak hanya memanfaatkan bungker2blake untuk menyimpan jet tempur, pesawat angkut, tank, radar dan menara tower darurat, logistik amunisi dan makanan serta obat2an, bbm, alat komunikasi, kendaraan pengangkut sipil dan militer yang dipersenjatai, kendaraan pengangkut bbm, peralatan, sel surya, dsbnya untuk persediaan selama 4 tahun berturut2.jadi jangan puas indonesia sudah bisa merakit sendiri helikopter dan pesawat tempur sekelas jet tempur kalau belum bisa produksi karena tentunya kalau sudah bisa memproduksi harganya lebih murah daripada harus rakit yang harganya sekalipun lebih ringan daripada datangkan full datangkan, tapi tetap juga tidak bisa dikatakan sudah menguasai teknologinya, lalu pemikiran tuh jangan mau diperdaya atau dimanipulasi dengan berita2 yang gak jelas yang tujuannya untuk keuntungan sesaat bagi sekelompok orang yang selalu mengatakan indonesia sudah mulai bisa merakit. Beda antara merakit dengan memproduksi, kalau tidak percaya silahkan ditanyakan ma produsennya, alasan yang dikemukakan itu hanya alasan pembelaan diri yang membenarkan secara tidak langsung indonesia belum bisa buat, nah pernyataan itu secara langsung atau tidak langsung, disadari atau tidak sebenarnya merupakan upaya pembodohan yang membuat bangsa indonesia sendiri tidak bisa maju karena terlena dengan pernyataan spt itu sehingga tidak ada upaya maksimal untuk membuat sendiri

  2. Indonesia juga perlu pesawat tangker sebanyak 30 skadron, hal ini bukan hanya berdampak positif bagi militer yang bertugas di daerah perbatasan, tetapi juga untuk masyarakat sekitar yang susah terjangkau lewat jalur darat sepert di papua pegunungan. Sepanjang perbatasan bangun pagar yang dipasang melintang sepanjang perbatasan dilengkapi menara pengawas dan lampu sorot serta CCTV, dimasing2 pos disiagakan 1 pleton dari TNI, dan 1 pleton gabungan dari imigrasi, polisi perbatasan, bakamla, polairud, brimob, bea cukai, dilengkapi mess permanen berlantai dan keliling, saspras memadai, satelit darat untuk jaringan internet, menara komunikasi kerjasama dengan provider, helipad, bungker, sumur bor, sel surya, motor trail, dan panser dilengkapi peluncur roket dan meriam 90-100 mm, membangun septictank yang terkoneksi dengan jaringan listrik, jadi buat tenaga listrik dari gas kotoran manusia, datangkan di masing2 pos bibit sayur dan buah2an serta hewan peliharaan supaya tidak stress jaga perbatasan dan sekaligus untuk sumber makanan.

    • Uang darimana bro mau bikin postur TNI demikian hebatnya ? Apa rakyat Indonesia mau seperti korea utara yg menyengsarakan takyatnya demi membangun angkatan perang yg kuat ?

    • Ini indonesia bro bukan amerika atau tiongkok yg punya anggaran raksasa untuk militer nya, segalanya perlu di kaji dan dihitung berkali-kali beli 8 sukhoi su-35 aja sampai barter dgn sawit……

Tinggalkan Balasan