Pemberontok Dukungan Arab Saudi, Ahrar Syam Menolak Gencatan Senjata di Syiria

Kelompok pemberontak sokongan Arab Saudi, Ahrar Syam bakal menghancurkan kesepakatan gencatan senjata yang diprakarsai Amerika dan Rusia di Syiria. Kelompok tersebut telah dilabeli teroris oleh PBB.

Sebagai infpormasi, Amerika dan Rusia teah sepakat untuk mengadakan gencatan senjata dimulai hari senin ini pada perayaan Idul Adha. Kesepakatan teraebut diteken langsung oleh John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov.

Kelompok Ahrar Syam mengupload video di Youtube yang isinya berupa pengumuman penolakan pada kesepakatan tersebut. Dalam Video tersebut tampak sosok Ali al-Omar, wakil kepala Ahrar Syam.


Dia mengklaim bahwa gencatan senjata hanya taktik Bashar Ashad untuk mengumpulkan amunisi untuk menghubungkan Aleppo dan kota-kota yang telah direbut Bashar.


“Kesepakatan itu hanya akan menambah derita rakyat kami. Setiap langkah perjuangan kami bakal sia-sia. Itu cuma siasat yg bakal menguntungkan rezim Bashar untuk mengkonsolidasi pengepungan atas kami,” kata al-Omar says dal video tersebut.

Ahrar Syam adalah salah satu faksi oposisi terkuat di Syam berkat dukungan dana dari Saudi. Kelompok ini berafiliasi akrab dengan Jabhah Annushra yang diduga bagian dari jaringan Al-Qaeda Internasional. Annushra sendiri juga sudah menolak gencatan senjata.

Baca Juga:  Mobil Mortir Alakran 120MM Akhirnya Dapat Pelanggan Pertama

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan