Pemerintah Akan Membangun Tiga Kapal Induk

Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal segera memiliki tiga ‘kapal induk’ baru. Namun, fasilitas ini bukanlah kapal induk yang sesungguhnya, melainkan mengubah tiga pulau terluar di Indonesia menjadi pangkalan militer untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) Ade Supandi mengatakan pemerintah berencana membangun tiga ‘kapal induk’ di pulau terluar Indonesia. Kapal induk ini bisa menjadi markas TNI untuk menjaga pulau-pulau dan perairan Indonesia
terluar dari potensi permasalahan yang datang dari luar, sehingga akan menambah kekuatan pertahanan di daerah perbatasan.

Dia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan anggaran untuk merealisasikan rencana tersebut.
Sayangnya dia masih enggan menyebutkan berapa besar anggaran yang diperlukan untuk membangun tiga ‘kapal induk’ ini. “Pokoknya
nanti akan diberikan bertahap,” ujar Supandi seperti dilansir Katadata, di Pelabuhan Cirebon, Jawa Barat, Rabu (13/12).

Rencananya kapal induk ini akan dibangun di tiga pulau terluar, yakni Natuna, Bitung, dan Selaru.
Saat ini pembangunan pangkalan militer ini telah dilakukan di wilayah Natuna. Dua wilayah
lainnya akan menyusul kemudian.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo
menjelaskan, tiga matra TNI khususnya AL adalah untuk menjaga kedaulatan negara terutama karena Indonesia yang berbentuk kepulauan.


Untuk itu memang diperlukan pembangunan ‘kapal induk’ ini guna membangun kekuatan TNI.

Tiga pulau yang terpilih pada rencana awal ini memiliki peran strategisnya masing-masing
sebagai basis kekuatan militer Indonesia. Natuna merupakan pulau terluar yang dekat dengan
Tiongkok dan Filipina. Sedangkan, di Selaru, untuk menjaga perbatasan yang dekat dengan
Australia. Kemudian, di Bitung yang berdekatan dengan Morotai untuk menjaga perairan wilayah-
wilayah sekitarnya.

Baca Juga:  TNI Pantang Tarik Mundur Pasukan dari Nduga Papua

“Tahun 2019 diharapkan sudah bisa terwujud dalam rangka memperkuat wilayah negara Indonesia,” ujar Tjahjo.

Selain pembangunan ‘kapal induk’ ini, TNI pun harus menjaga pulau-pulau lainnya di seluruh
Indonesia, khususnya yang rawan diintervensi pihak luar. Tjahjo mencontohkan, pulau seperti
Berau, Sebatik, Atambua, dan Malaka merupakan beberapa contoh yang harus menjadi perhatian.
Untuk menjaga hal tersebut, pemerintah tentunya akan membantu khususnya melalui penyaluran anggaran negara.


Mendagri mengatakan, di tahun depan, TNI akan memiliki 4 kapal selam untuk menjaga perairan Indonesia. Saat ini, TNI telah memiliki 151 kapal perang, lengkap dengan persenjataannya. (katadata)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan