Pemerintah China Jual Organ Tubuh Tahanan Muslim Uyghur

Pemerintah China dituding melakukan lagi praktik menjual organ tubuh tahanan politik. Kali ini yang menjadi korban adalah para tahanan dari etnis Uyghur.

Sekedar flashback, pada awal tahun 2000an.Pemerintah Cina diduga telah mengeksekusi mati 1,5 juta tahanan Falun Gong lalu diambil organ dalam tubuhnya diperjual belikan. Diperkirakan setiap tahun ada 60-100 ribu tahanan yang diambil organ jantung, ginjal, mata dan livernya secara paksa.

sumber foto: goodmenproject.com

Hal ini disampaikan dalam versi terbaru laporan berjudul “Bloody Harvest: Revised Report into Allegations of Organ Harvesting of Falun Gong Practitioners in China” yang dibuat Sekretaris Negara Kanada David Kilgour bersama pengacara hak asasi manusia, David Matas, dan jurnalis Ethan Gutmann.

Sekarang kasus yang sama diduga kembali terjadi dengan korbanya adalah 4-5juta tahanan politik dari etnis uyghur di Xinjiang.

China saat ini terkenal sebagai negara jujugan untuk cangkok dan tranpalansi organ dalam tubuh manusia.

Di negara lain, butuh waktu yang lama untuk menemukan pendonor dan birokrasi yang ketat untuk memastikan bahwa pendonor telah rela atau meninggal dengan wajar sebelum organ dalamnya diambil terus dipasang pada tubuh penerima donor.

Di China, tidak butuh waktu yang lama dan si pasien bisa dengan segera mendapatkan organ tubuh uang ingin dipasang ke tubuhnya.

Darimanakah organ-organ tubuh itu berasal? dari sinilah warga dunia mencurigai bahwa itu berasal dari organ tubuh milik para tahanan politik yang diambil paksa.

Baca Juga:  Turki Lanjutkan Upaya Pembelian Sistem Anti-Rudal Eurosam

Ambil contoh ginjal, di China harganya cuma separuh dari harga normal dan bisa langsung didapatkan dibandingkan di negara lain yang lebih mahal dan belum tentu tersedia.

Berikut videonya:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=142834290358394&id=100038954701310

Sumber:

https://www.businessinsider.com/china-harvesting-organs-of-uighur-muslims-china-tribunal-tells-un-2019-9

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan