Penghancuran Monumen Kawa Hadad Kurdi Oleh Pasukan Turki dan Pemberontak

Suku Bangsa Kurdi di Afrin benar-benar dihancurkan dalam berbagai hal, infrastruktur, ekonomi termasuk kultur dan budaya, saat kota tersebut ditaklukan oleh pasukan pemberontak Free Syirian Army yang disokong Turki. Selain penjarahan, monumen Kawa Hadad yang menjadi simbol budaya juga ikut dihancurkan.

Kawa Hadad adalah semangat kaum Kurdi untuk bisa mewujudkan sendiri negara Kurdistan merdeka.

Saat Turki mulai menyerang, 200.000 penduduk Afrin telah mengungsi ke wilayah yang dikontrol pemerintah Suriah. Saat kota itu ditaklukan, kondisinya dan hampir tidak ada pejuang Kurdi yang mempertahankan kota.

Seorang wanita Kurdi Afrin menolak serangan Turki dengan membentangkan poster bertuliskan, “dengar keceriaan anak-anak Afrin” dengan latar belakang bendera Kurdi. Foto: Observer

Pasukan pemberontak melakukan penjarahan besar-besaran pada rumah-rumah warga, toko dan kantor pemerintahan.

Pihak Turki sendiri memberlakukan standar ganda untuk Afrin. Mereka menekan pihak PBB untuk memberlakukan gencatan senjata di seluruh Syiria selama 30 hari. Tapi disaat yang sama mereka menggempur habis-habisan kota Afrin.

Pihak Kurdi Afrin, Hadia Yusuf, mengatakan pada Associated Press, bahwa pejuang YPG memilih untuk melindungi konvoi para pengungsi dari serangan pesawat AU Turki daripada mempertahankan kota.


Front Kurdi Suriah awalnya bersikap netral dalam konflik antara kaum Oposisi dan Rezim Bashar Al-Assad. Mereka memilih untuk melindungi wilayah yang dihuni dari kaum Kurdi dari kekacauan perang dengan dibantu dan dilatih pasukan Kurdi Irak, Pashmerga.

Wilayah Afrin pun selama ini hidup damai, tidak menjadi medan perang. Sebuah wilayah tanpa dikontrol Bashar Al-Assad maupun Oposisi pemerintah. Mirip dengan daerah Otonomi Irbil, di Irak.

Baca Juga:  Raqqa Ibukota ISIS Direbut Pasukan Kurdi Yang Cantik-Cantik
Situasi Kota Afrin sebelum diserang Turki. Foto: independent.co.uk

 


Situasi Kota Afrin sebelum diserang Turki. Foto: independent.co.uk

Inilah yang menimbulkan kekhawatiran Turki. Erdogan takut jika Afrin yang aman damai di bawah kekuasaan Kurdi ini akan menginspirasi kaum Kurdi di wilayah Turki untuk menuntut hak otomomi yang sama seperti yang dirasakan orang-orang Kurdi di Suriah dan Irak.

Turkey also fears the establishment of a Kurdish self-ruled zone in Syria that could inspire its own Kurdish minority to press for greater autonomy. The Kurds are the largest stateless ethnic group in the Middle East, with some 30 million living in an area split between Iran, Iraq, Turkey and Syria.

Kaum Kurdi sendiri adalah suku bangsa yang besar di timur tengah dengan populasi 30 juta tanpa negara. Mereka tinggal di Iran, Irak, Turki dan Suriah. Orang Kurdi terkenal karena semangat juangnya, di antara dua tokoh terbesar orang Kurdi adalah Sholahudin Al-Ayudi (Saladin) dan Kawa Hadad di era Mesopotamia.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan