Penyesalan Warga Irak Yang Menghancurkan Patung Saddam Hussein

Penyesalan datang dari Kadhim Hassan Al-Jabouri, warga Irak yang menghancurkan patung Saddam Hussein di pusat Kota Baghdad. Dia merasa malu dengan tindakan yang dilakukan 13 tahun silam itu.

” Sekarang, ketika aku melewati patung itu, aku merasa malu,” kata Jabouri, sebagaimana dikutip dari laman Metro.co.uk, Kamis 7 Juli 2016.

” Aku ingin mengembalikan patung itu, ingin membangunnya kembali, tapi aku takut dibunuh,” tambah dia.

Selama kepemimpinan Saddam di Irak, Jabouri memang kehilangan 14 anggota keluarga. Semula, dia menaruh harapan besar saat koalisi Amerika Serikat dan Inggris menyerang negaranya untuk menggulingkan Saddam.

Namun harapan itu rupanya tak terbayar. Sebab, menurut dia, semakin tahun, kondisi Irak malah bertambah buruk. Sepeninggal AS dan Inggris, kata dia, rezim diktator Saddam malah berganti dengan pemerintahan korup.

” Ada korupsi, pertikaian, penjarahan,” kata dia. ” Saddam membunuh orang, tapi itu tidak seperti pemerintah saat ini. Saddam pergi, tapi di tempatnya ada 1.000 Saddam.”

Belum lagi, negeri itu kini sedang koyak oleh perang. Antara milisi Sunni dan Syiah ditambah lagi kehadiran militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) semakin memperburuk kehidupan warga di negeri 1001 malam ini.

Penyesalan pria 58 tahun ini datang setelah keluarnya laporan mantan pegawai negeri sipil Inggris, John Chilcot, yang dirilis Rabu kemarin. Laporan itu mengritik keterlibatan Inggris dalam koalisi pimpinan AS yang menyerbu Irak.

Menurut laporan Chilcot, kebijakan yang diambil Inggris atas Irak didasarkan pada laporan intelijen yang salah. Laporan kemepilikan senjata pemusnah massal yang dijadikan dasar penyerangan dianggap tidak memiliki kepastian yang adil.

Dan Jabouri, yang saat itu menjadi pemilik bengkel motor di Kota Karrada, Baghdad, menyerang patung itu pada 9 April 2003. Patung setinggi 12 meter itu kemudian diruntuhkan oleh tentara AS dan disiarkan langsung oleh sejumlah televisi. Saddam akhirnya digantung pada 2006.

” Aku berharap Saddam akan kembali. Dia mengeksekusi banyak keluargaku, tapi dia masih lebih baik dari para politisi dan ulama yang menjadikan Irak seperti ini,” sesal Jabouri.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan