Perang Irak Melawan Kurdistan Mulai Meletus Rebutan Ladang Minyak

Perang besar antara Irak melawan negara Kurdistan yang baru saja diplokamirkan setelah warga Kurdi Irak telah dimulai. Bentrokan pertama antara militer Irak dan Pasukan Kurdi Pashmerga terjadi di Provinsi Kirkuk yang kaya minyak.

Warga Kurdi Irak di utara Irak telah menggelar referendum dan memilih merdeka dari Baghdad. Langkah ini segera dibalas Baghdad dengan mengirimkan pasukan militer dengan dukungan Turki dan Iran untuk meredam keinginan merdeka warga di daerah Kurdistan.

Televisi milik pemerintah melaporkan bahwa pasukan Irak telah menguasai beberapa daerah, termasuk ladang minyak, namun pejabat Kurdi membantahnya.

Aksi saling tembak disebutkan telah terjadi di selatan kota Kirkuk.

Pemerintah AS mengatakan sangat prihatin dan mendesak dialog “sebagai pilihan terbaik untuk meredakan ketegangan”.

Baghdad tentunya ingin merebut kembali pangkalan udara dan ladang minyak yang diambil oleh pejuang Peshmerga Kurdi pada 2014 saat militan yang menyebut diri sebagai Negara Islam (ISIS) menguasai seluruh Irak utara dan mengalahkan tentara Irak. Jika gagal, mereka terancam jadi negara miskin.

Kirkuk sendiri sebenarnya bukan bagian dari wilayah otonom Irak Kurdistan.


Perundingan untuk membahas krisis pada hari Minggu (15/10) gagal menyelesaikan kebuntuan karena para pemimpin Kurdi menolak permintaan pemerintah Irak untuk menolak hasil referendum.

Pemerintah Irak sebelumnya mengatakan telah melakukan operasi untuk “pengamanan pangkalan” dan “instalasi federal”.

Baca Juga:  Helikopter Serang Mi-28 Havoc Rusia Masih Banyak Kekurangannya

Pasukan Irak maju bersama milisi Syiah yang didukung pemerintah di selatan kota Kirkuk dan bertujuan mengambil alih ladang minyak dan pangkalan udara, berdasarkan laporan pejabat Kurdi.

Irak sendiri telah melobi Iran dan Turki untuk bersama-sama menggempur suku Kurdi demi mencegah mereka merdeka.

Seorang pejabat Pemerintah Regional Kurdistan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa infrastruktur yang ditargetkan masih berada di bawah kendali Kurdi.

Hemin Hawrami, ajudan pemimpin Kurdi Massoud Barzani, sebelumnya mengatakan bahwa pemimpin Kurdi menolak “opsi militer” namun “siap untuk mempertahankan” kota tersebut jika ada invasi dari luar.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan