Perang Terbuka Suriah Lawan Turki di Idlib Dimulai

Tensi di Idlib, Suriah memanas setelah pasukan Turki yang menginvasi Idlib dengan alasan memburu teroris Kurdi dipaksa keluar oleh tentara pemerintah Suriah dengan alasan menegakkan kekuasaan atas wilayah teritorinya. Dalam operasi tersebut 4 prajurit Turki tewas dan sembilan lainya luka-luka.

Tidak terima dengan kejadian itu, Ankara langsung melancarkan operasi balasan. Organisasi Observasi HAM untuk Suriah menyatakan, enam serdadu pemerintah Suriah tewas dihantam. Dilansir AFP Senin (3/2/2020), serangan yang berlangsung di kota kawasan selatan Saraqeb itu juga melukai 20 orang personel militer lainnya.

Erdogan menyebut serangan itu sebagai tindakan balas dendam pada Rezim Damaskus yang dzalim.

“Secara khusus, saya ingin memberi tahu otoritas Rusia bahwa masalah kami bukan dengan kalian, tapi mereka (Suriah). Dan kami minta kalian jangan menghalangi,” ujarnya.

Pertempuran ini menjadi babak baru perang Suriah. Jika sebelumnya adalah perang saudara antara pemerintah dan oposisi sekarang sudah menjadi perang dua negara, antara bangsa Suriah melawan Penjajah Turki.

Turki mulai menempatkan pasukan militernya di kawasan barat laut Suriah dengan total 16 pos pangkalan militer dan diklaim atas restu Suriah untuk mencegah pejuang kemerdakaan suku bangsa Kurdistan bangkit. Suriah menganggap ini Invasi, karena Damaskus telah menjanjika otonomi penuh bagi kaum Kurdistan di sana dengan syarat mampu mengontrol stabilitas wilayah dari kaum pemberontak oposisi.

Baca Juga:  Terciduk, F-22 Raptor Dilock On Sukhoi Su-35 Di Suriah

Pada Minggu (2/2/2020), Turki dilaporkan mengirim bala bantuan untuk memperkuat posisi mereka di pos yang dibangun di Idlib.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan