Perbaikan dan Upgrade Sonar Kapal KRI Frans Kaisiepo

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Frans Kaisiepo jenis korvet dilaporkan telah selesai menjalani perbaikan dan upgrade sistem sonarnya. Sekedar mengingatkan, kapal ini rusak sejak 2015 saat ikut misi pencarian pesawat Air Asia yang jatuh di Selat Karimata. Hull Mounted Sonar yang di bawah lambung kapal dilaporkan rusak menabrak karang.

Tidak hanya diperbaiki, sistem sonar KRI Frans Kaisiepo juga diupgrade. Kapal buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda ini dikabarkan sekarang memakai jenis perangat sonar pencari Thales UMS 4132 Kingklip medium frequency active/passive ASW (Anti Submarine Warfare) yang ditingkatkan kemampuannya.

Diantara hasil upgradenya adalah modernisasi konsol operator, sistem pemrosesan sinyal dan teknologi perangkat keras. Korvet dengan bobot 1.700 ton tersebut kini memiliki kemampuan komunikasi antara pengawak dan mesin melalui human machine interface (HMI), sistem yang sebelumnya sudah terpasang pada PKR (Perusak Kawal Rudal) RE Martadinata Class.


Sonar dengan desain hull mounted terletak di bawah lambung kapal dan dilindungi oleh dome (kubah). Secara umum, hull mounted sonar dirancang untuk mendeteksi keberadaan kapal selam lawan, dan menteksi ancaman yang berasal dari torpedo dan ranjau laut. Karena ditempatkan di bawah lambung, kemampuan deteksi hull mounted mencapai 360 derajat.

Mengenai kemampuan dan spesifikasi teknis antar jenis hull mounted sonar tentu ada perbedaan. Soal kemampuan deteksi bergantung pada kemampuan frekuensi dan bandwidth yang digunakan.

Baca Juga:  Marinir Gelar Latihan “Back To Basic” di Pandeglang Banten

Dalam operasinya, sonar dapat menjalankan mode multi beam untuk penyebaran sinyal sonar. Artinya, sinyal sonar yang dikirim dapat menjangkau permukaan atau objek di sekitar jalur kapal. Ini berbeda dengan single beam yang sinyal sonarnya hanya dapat menjangkau garis rute yang dilewati kapal, sehingga objek atau permukaan di sekitarnya tidak terdeteksi. Ketika dipakai untuk mencari benda di dalam air, sonar akan menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi serta menetapkan lokasi objek bawah laut.


sumber : indomiliter.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan