Perbandingan Kekuatan Militer Amerika dan Rusia

Hubungan Rusia dan Amerika Serikat (AS) makin memanas sejak gagalnya gencatan senjata di Suriah. Keduanya lalu beradu provokasi mulai dari manuver pesawat tempur, kesiagaan rudal balistik hingga perang cyber di dunia maya. Jika tak kunjung berakhir, banyak pihak situasi tersebut dapat memicu terjadinya perang dunia ketiga.

AS mungkin terlihat sangat kuat terutama dengan sokongan sekutu setianya, NATO. Sedangkan Rusia terlihat sendirian setelah runtuhnya Uni Sovyet, mereka tak lagi memiliki sekutu Pakta Warsawa.

Masalahnya, almarhun Nikita Kruschev, PM Uni Sovyet era 1960, telah secara jenius meletakkan dasar kekuatan militer Rusia. Nikita saat itu memilih rudal sebagai alutsista utama bagi Uni Sovyet yang sekarang ini diwarisi oleh Rusia.


Nikita mengesampingkan kecanggihan pesawat tempur dan kapal laut. Dia memilih rudal sebagai senjata utama bagi serangan dan pertahanan Uni Sovyet/Rusia. Karenanya Rusia menjadi pemilik Bom Plutonium terbesar di Bumi, dengan dukungan beragam rudal jarak jauh, setiap tetes Plutonium itu bisa menjangkau setiap jengkal wilayah musuhnya.

Baca disini tentang Bom Plutonium:
– Butuh waktu 24.000 tahun untuk melucuti Plutonium Nuklir Rusia

wp-1476335204177.jpg
Amerika punya 81 metrik ton Plutonium239 sedang Rusia 128metrik ton. Gambar: Popsci

Adapun bila mengesampingkan kekuatan nuklir, perbandingan kekuatan militer kedua negara menurut situs globalfirepower.com, AS menempati peringkat pertama dalam hal kekuatan militer. Sedangkan Rusia berada setingkat di bawahnya.

AS memiliki personel militer aktif sebanyak 1,4 juta dan masih memiliki 145 juta warganya yang memenuhi syarat untuk mengikuti dinas militer. Sedangkan, pasukan cadangan berjumlah 1,1 juta orang.

Di darat, AS memiliki 8.848 unit tank, 41.062 unit kendaraan tempur lapis baja, 1.934 tank artileri bergerak dan 1.331 unit Sistem Peluncur Roket. Angka itu belum termasuk 1.299 artileri medan yang dimiliki setiap divisi.

Sementara, Rusia memiliki 766.055 tentara aktif dan menyimpan 2,48 juta kekuatan cadangan. Dari jumlah iru, 47 juta warganya juga dinilai memenuhi syarat untuk mengikuti dinas militer.

Sejauh ini, Rusia telah mengoperasikan 15.398 unit tank, 31.298 unit kendaraan tempur lapis baja, 5.972 unit artileri swagerak, dan 3.793 unit sistem peluncur roket. Rusia juga diketahui memiliki 4.625 artileri berbagai jenis.

Di udara, AS memiliki 13.444 pesawat di seluruh cabang kemiliteran. Jumlah itu terdiri dari 2.308 unit pesawat tempur, dan 2.785 unit pesawat serbu. Sedangkan jumlah helikopter tempur mencapai 957 unit.

Sedangkan Rusia memiliki 3.547 pesawat, yang terdiri atas 751 pesawat tempur, dan 1.438 unit pesawat serbu. Tak hanya itu, Rusia juga mengoperasikan 478 unit helikopter tempur.

Selain lebih banyak, kapal induk AS juga lebih besar dibandingkan punya Rusia
Selain lebih banyak, kapal induk AS juga lebih besar dibandingkan punya Rusia

Di laut, AS diperkuat 415 kapal, yang terdiri atas 19 kapal induk, 6 kapal frigat, 62 kapal perusak dan 75 kapal selam. Sebaliknya, kekuatan yang dimiliki Rusia hanya 352 kapal perang, yang hanya diperkuat 1 kapal induk.

Selain itu, Rusia juga memiliki 4 kapal frigat, 15 unit kapal perusak, 81 unit kapal korvet dan 60 unit kapal selam.

Jika sampai terjadi perang dunia ketiga, maka ya kita berharap Indonesia tidak terlibat, tetap aman dan damai.

Advertisements

3 Komentar

  1. Hare gene yg penting intercontinental balistic missile dgn hulu ledak nuklir terbanyak, yaitu russia, ya sy yakin russia jadi pemenang perang dunia ke 3, walaupun banyak korban jiwa jg…tp ttp lah dunia akan porak poranda jika ww3 pecah…

  2. Indnesia masih tetap mengutamakan perang darat karena pada dasarnya manusia hidup didarat buktinya isis aja susah dihajar. Dan yang paling penting jiwa patriot rakyatnya bukan sekedar tentaranya saja.

  3. Indnesia masih tetap mengutamakan perang darat karena pada dasarnya manusia hidup didarat buktinya isis aja susah dihajar. Dan yang paling penting jiwa patriot rakyatnya bukan sekedar tentaranya saja

Tinggalkan Balasan