Perbedaan Kapasitas dari P-3 Orion dan P-8 Poseidon dalam Menjalankan Misi ELINT?

Sudah sejak lama airframe-airframe MPA digunakan secara dual-role, salah satunya adalah untuk menjadi platform pengumpul intelijen SIGINT/ELINT. Salah satu negara yang memakai airframe MPAnya untuk mengumpulkan intelijen juga adalah US, dengan airframe P-3 Orion. Meski begitu, Orion dan penerusnya yaitu P-8A Poseidon memiliki kapasitas yang berbeda dalam menjalankan misi ELINT.

Singkatnya, P-3 Orion sendiri adalah MPA murni tanpa kemampuan ELINT. Sekalipun demikian, airframe pesawat ini tetap cocok untuk misi tersebut, sehingga kemudian sejumlah unit Orion dimodifikasi untuk membawa peralatan SIGINT/ELINT. Varian intelijen inilah yang dikenal sebagai EP-3 Aries/Aries II.

Berbeda dengan pendahulunya, Poseidon membawa kemampuan ELINT dalam airframe MPA ke tahap yang baru. Poseidon didesain dari awal untuk memiliki kapasitas ELINT, ketimbang harus dimodifikasi lagi dengan varian khusus. P-8A Poseidon dilengkapi dengan RWR/ESM/ELINT Sensor System buatan Northrop Grumman, yaitu AN/ALQ-218. Sistem sensor SIGINT pasif dengan performa tinggi yang juga digunakan EA-18 Growler ini digunakan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, mencari lokasi serta menganalisa emisi RF (radio frequency).


ALQ-218 teruji memiliki POI (Probability of Intercept) yang tinggi dalam mode operasi “look-through”, dengan kemampuan melakukan direction finding( DF), geolokasi, pengukuran parameter serta deteksi lewat IMOP (Intentional Modulation on Pulse) sambil mendukung jamming terhadap radar lawan memanfaatkan Enhanced Fine Frequency Measurement. ALQ-218 juga mampu melakukan karakterisasi dalam peran Specific Emitter Identification (SEI). ALQ-218 melakukan geolokasi emitter di darat dengan presisi menggunakan kombinasi teknik interferometer short baseline dan long baseline, beserta algoritma passive ranging.

Baca Juga:  Ngerii, Rusia Lengkapi Su-57 Dengan Bom Cluster Silumab PBK-500U

Software analisis sinyal ELINT ALQ-218 disediakan lewat tool NGC PASS (Parameterizer & Analysis Software System). Tool ini menerima data sinyal dari sumber analog maupun digital, dan menyediakan alat ukur untuk melakukan analisa dalam domain pre-detected maupun PDW (Pulse Descriptive Word). ALQ-218 dapat beroperasi dalam RF range di Band 0, 1, 2 dan band 3 dengan tipe sinyal pulsed maupun continuous wave, ditambah communication support yang opsional. Saat beroperasi di band 0 dan 1, ALQ-218 memiliki Commercial Interference Mitigation.

Sumber:

-Hex / Lighting Ii Chan

-https://www.northropgrumman.com/Capabilities/ANALQ218EWReceiverSuite/Pages/default.aspx


– https://en.wikipedia.org/wiki/Boeing_P-8_Poseidon

– https://en.wikipedia.org/wiki/Lockheed_EP-3#Variants

2 Komentar

Tinggalkan Balasan