Perwira Wanita TNI AU asal Sumbar Terima Medali PBB

Letkol Sus Revilla Oulina, Perwira TNI AU yang bertugas di Sudan mendapat penghargaan dari PBB. Wanita kelahiran Pariaman, Sumatera Barat ini menjadi salah satu dari ratusan baju loreng yang bertugas di luar negeri yang tergabung dalam pasukan Garuda yang menjalankan misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nation (UN) di Sudan.

Bagi siapa saja, menjalankan tugas di belahan negara merupakan hal yang tak mudah bagi sebagian orang.

Ini butuh pengorbanan, karena harus meninggalkan orang-orang yang dicintai, Siapa terutama keluarga.

Tentunya juga bagi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang harus siap ditempatkan di mana saja. Itu merupakan salah satu bentuk pengabdian seorang prajurit untuk bangsa dan negara.

Dan salah satunya Anggota TNI Angkatan Udara (AU) Letkol Sus Revilla Oulina, dari ratusan baju loreng yang bertugas di luar negeri.

Ia bersama enam TNI yang lain pada 12 Juni 2017 diterima oleh Duta Besar RI untuk Sudan dan Eritrea, Burhanuddin Badruzzaman.


Mereka adalah Letkol Cpl Fanlik Efendi, Letkol Laut/P Awang Bawono, Mayor Pnb Arif Sujatmiko, Mayor Laut/P Irianto, Mayor Inf Patria, Mayor Mar Laili N.

•Penghargaan PBB Bikin Haru
Seperti dirilis obsessionnews.com, sebanyak 779 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Yonkomposit TNI Konga XXXV-C/Unamid (United Nations Mission In Darfur) mengikuti upacara Medali United Nations (UN Medal Parade) di lapangan apel Indobatt-03, El Geneina, Sudan, Afrika.

Baca Juga:  AS Tertarik Program Deradikalisasi Indonesia

Di bawah pimpinan Letkol Inf Syamsul Alam, S.E. sebagai Dansatgas ini, PBB memberikan sebuah penghargaan “UN Peacekeeping Medal” pada 12 Maret 2018.

Salah satu penerima UN Peacekeeping Medal adalah Revilla Oulina. Ia menerima penyematan UN Medal langsung dari Irup Ag. Force Commander Brig. General Dennis Rutaha (Rwanda).


Menurutnya penghargaan tersebut menjadi energi baru, karena diapresiasi oleh PBB.

“Saya sangat terharu, karena tugas kami diapresiasi oleh badan internasional,” ucap wanita yang akrab disapa Villa kepada Obsessionnews, Minggu (18/3/2018) .

Penghargaan tersebut kata alumni Universitas Bung Hatta ini adalah keberhasilan TNI yang membanggakan dalam menjaga perdamaian di Darfur bagian barat Sudan.

779 personel ini terdiri dari 54 Perwira, 189 Bintara, 540 Tamtama dan Wanita TNI sebanyak 16 personel serta 8 orang dari Milobs (Military Observer) dan Milstaf (Military Staff Officer).

Penghargaan yang diberikan PBB melalui Unamid berupa sebuah sertifikat penghargaan sebagai Peacekeeper, medali Peacekeeping PBB atau UN Peacekeeping Medal.

Peacekeeping PBB yaitu suatu tanda kehormatan United Nation Medal yang berhak dipasang pada seragam prajurit yang bersangkutan dan sebuah brevet kebanggaan Kontingen Negara kontribusi masing-masing dalam hal ini Indonesia dengan brevet Garuda, yang merupakan suatu pemberian penganugrahan dan penyematan medali kehormatan tertinggi.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan