Pesanan Alutsista Berdatangan, Kekuatan TNI Naik jadi Nomer 5 di Asia

Datangnya berbagai alutsista yang dipesan selam MEF I 2009-2014 semasa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, membuat daya gentar TNI makin diperhitungkan.

Di penghujung 2017 ini peringkat kekuatan militer Indonesia nangkring di posisi ke-14 paling kuat dunia versi Globalfirepower.com, sebuah situs yang selama ini khusus melakukan rangking kekuatan militer negara-negara di dunia.

Negara Asia yang peringkatnya di atas Indonesia hanya China, India, Korea Selatan, dan Pakistan. Atau yang terkuat ke-5 di Benua Asia.


Selama 2017 ini, ada banyak sekali alat utama sistem persenjataan yang masuk ke gudang senjata TNI. Mulai dari selesainya pengiriman Tank Leopard

Tank Leopard dikenal sebagai generasi paling mutakhir tank berat (Main Battle Tank) produksi Jerman.
Jerman sendiri di era Perang Dunia II dikenal sebagai produsen tank-tank paling mutakhir pada zamannya.
Dalam pertempuran tank-tak Nazi Jerman sulit ditandingi oleh para lawannya seperti Amerika, Inggris, dan Rusia.

Keunggulan tank Leopard selain jarak tembaknya mencapai lebih 20 km, berteknologi tempur digital, juga dilengkapi semacam “sepatu” di rantainya sehingga saat berjalan diatas aspal tidak menimbulkan kerusakan.

Kegarangan Tank Leopard makin tajam karena disokong kekuatan Helikopter Apache dari udara yang mulai berdatangan pada akhir Desember 2017 untuk TNI AD dengan senjata penuh.

Dalam peperangan, helikopter Apache berfungsi sebagai bantuan tempur pasukan infanteri, baik sebagai helikopter pelindung maupun heli serang.

Baca Juga:  MLRS RM70 Vampire Buatan Ceko, Amunisi Gempur Batalyon Roket 2 Korps Marinir

Ketika pasukan infanteri sedang maju ke garis depan musuh, posisi meriam altileri dan tank lawan bisa dihancurkan terlebih dahulu menggunakan rudal dari Helikopter Apache.

Demikian juga ketika pasukan infanteri diserang heli lawan, helikopter Apache dapat merontokan helikopter lawan menggunakan rudal ke udara.

Jadi sebagai helikopter tempur, Apache dapat berfungsi seperti jet tempur karena dapat menyerang sasaran udara dan darat khususnya tank serta helikopter tempur musuh.

Bagi tank-tank Leopard II yang sedang bergerak menuju garis depan musuh, helikopter Apache bisa sekaligus diturunkan dengan tujuan melindungi tank-tank Leopard II dari serangan tank dan meriam anti-tank milik musuh.

TNI AU juga kedatangan pesawat tempur F-16 Block 52 dari Amerika Serikat dan pesawat angkut Hercules C-130 dari Australia.

Di laut TNI AL juga gak kalah garang, kedatangan kapal selam, kapal cepat rudal hingga kapal kelas Frigat RE Martadinata yang sedang dipersenjatai.

Semoga dalam program MEF II 2014-2019 TNI makin garang.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan