Pesawat Angkut Rusia Ilyushin, Latihan Jadi Pesawat Bomber

Ilyushin Il-76MD (“Candid” dalam pengkodean NATO) menyelesaikan misi unik untuk menjatuhkan bom di daerah Tver, kata Kementerian Pertahanan Rusia. “Pilot pesawat angkut militer itu meniru menjatuhkan flash bomb pada siang dan malam untuk menandai daerah sasaran serangan pasukan lintas udara. Mereka juga melepaskan tembakan dari senjata ekor ke sasaran darat yang terdiri dari kendaraan armor ringan dan mobil musuh,” katanya.

Penerbangan tersebut berlangsung di ketinggian 400-600 meter dengan kecepatan di atas 500 km/jam pada suhu rendah. Pesawat yang dikerahkan ke daerah Tver, Pskov, Rostov dan Orenburg berpartisipasi dalam latihan yang juga melibatkan pilot muda yang lulus dari sekolah udara militer pada tahun 2015-2016. Latihan ini melibatkan lebih dari 10 Il-76MD. Setiap kru setidaknya melakukan tiga sortie.

Menggunakan senjata pada pesawat terbang angkut sebenarnya bukanlah ide baru. Pesawat gunship AC-130 cukup berhasil saat dipekerjakan sebagai platform CAS (Close Air Support). Angkatan Udara AS juga telah menggunakan pesawat angkut untuk menjatuhkankan senjata termobarik GBU-43/B MOAB (Massive Ordnance Air Blast, atau juga dikenal sebagai Mother of All Bombs). Senjata ini dijatuhkan dari pesawat Hercules C-130, kebanyakan adalah varian MC-130E Combat Talon I atau MC-130H Combat Talon II. C-17 Globemasters juga dikatakan mampu menjatuhkan persenjataan ini.


Il-76 adalah pesawat angkut udara strategis multi guna dengan empat mesin turbofan yang dirancang oleh biro Ilyushin di era Uni Soviet. Pesawat ini pertama kali direncanakan sebagai pesawat komersial pada tahun 1967, sebagai pengganti Antonov An-12. Pesawat ini dirancang untuk mengantarkan mesin berat ke daerah terpencil dan memilki fasilitas yang kurang memadai. Versi militer Il-76 telah banyak digunakan di Eropa, Asia dan Afrika, termasuk digunakan sebagai tanker bahan bakar atau pusat komando udara.

Baca Juga:  Kapal Izumo Jepang Sejak Awal Didesain Kapal Induk Bukan Landasan Helikopter

Sebenarnya Il-76 juga dirancang untuk beroperasi sebagai pembom, yang mana pada pesawat tersebut dapat ditemukan adanya stasiun pengebom (bombardier) depan (dibawah dek pilot) dan adanya meriam di bagian ekor. Namun, pesawat yang berat dan kemampuan manuvernya rendah yang membawa bom hanya dapat digunakan selama konflik dengan intensitas rendah, di daerah yang hampir tidak memiliki pertahanan udara, jika tidak, menggunakan pengangkut pasukan sebagai pembom berat untuk menjatuhkan dumb bomb melalui wilayah udara yang dipenuhi SAM seperti pangkalan udara musuh, akan menjadi tindakan bunuh diri. (airrecognition.com/ TSM Angga)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan