Pesawat Bronco II Afrika Selatan, Ikut Tender Pesawat Intai AU Amerika

Pabrikan pesawat asal Afrika Selatan, ikut tender pengadaan pesawat intai serang ringan yang sedang dicari Angkatan Udara AS.

Pengumuman dilakukan pada acara simposium Air Force Association’s Air Warfare di Orlando tanggal 21 Februari 2018 lalu.

Bronco Combat Systems (BCS), sebuah pabrik joinan yang baru dibentuk antara perusahaan asal Afrika Selatan Paramount lewat anak perusahannya di AS yakni AHRLAC Aerospace Development Corp (AADC) dengan Fulcrum Concepts yang berbasis di Virginia.

AADC bertugas sebagai pembuat pesawat sedang integrator sistem misi dan senjata menjadi urusan Fulcrum Concepts.

Pesawat bermesin pusher ini tak lain adalah pesawat garapan Paramount dan Aerosud yang membentuk AHRLAC Holdings. Di negeri asalnya pesawat ini dinamai Mwari, namun untuk mendongkrak keberadaannya di AS, namanya diubah menjadi Bronco II. Nama Bronco sendiri sebelumnya telah digunakan oleh pesawat anti gerilya (COIN) legendaris OV-10 buatan Rockwell (kini Boeing).

Meski secara ukuran mungil, ‘Baby Bronco’ ini memiliki kemampuan yang lengkap. Selain sebagai pesawat untuk keperluan intelijen, pengawasan dan pengintaian (ISR) juga bisa didapuk sebagai pesawat serang ringan yang dipersenjatai kanon F2 kaliber 20 mm dan tersedia 4 cantelan disayap buat menggantung bom, tabung roket dan rudal anti tank Mokopa.

Bronco II diawaki 2 orang, ditenagai sebuah mesin Pratt & Whitney PT6-66B berdaya 950 ps. Kecepatan maksimumnya 504 km/jam, ketinggian terbang hingga 9.450 meter, jangkauan sejauh 2.130 km dengan endurance sekitar 7 jam. Bisa dioperasikan dari landas pacu sederhana (tanah keras atau rumput) sepanjang 550 meter saja.

Baca Juga:  Jack In The Box Kill, Kekalahan Tank Yang Mengerikan

Meski kompetisi program OA-X tinggal ketuk palu memutuskan pemenang antara Textron AT-6B dan Embraer A-29, namun BCS masih melihat ada peluang Bronco II untuk di evaluasi oleh Angkatan Udara AS sebagai pesawat serang yang dihibahkan ke negara lain seperti A-29 buat Afghanistan dan ditawarkan juga buat Marinir AS.


Di luar keperluan militer dengan menawarkan sebagai pesawat intai serang ringan untuk AU dan Marinir AS, Bronco II juga ditawarkan juga untuk komunitas penegak hukum sebagai sebagai wahana ISR berbiaya operasional rendah. Dapat digunakan sebagai wahana pemantau dan penjaga wilayah perbatasan menghadapi penyelundupan narkoba maupun migrasi gelap.

Mulai awal tahun 2018 ini seperti dikabarkan situs Jane’s, Paramount sudah mulai produksi pertama Mwari dari jalur perakitan di Wonderboom, Afrika Selatan. Namun tak disebutkan siapa pemesan dan negara asalnya. Mwari sendiri mulai digarap pada tahun 2011 dan terbang perdana tanggal 26 Juli 2014.


BCS Bronco II, mengharap bisa mengikuti jejak kesuksesan pesawat COIN Rockwell OV-10 Bronco. (Angkasa Review)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan