Pesawat CIA U-2 Dragon Lady Sering Masuk Wilayah Indonesia Tanpa Terdeteksi

Kekhawatiran tentang F-22 Raptor milik Amerika Serikat (AS) yang berpangkalan di Australia yang bisa keluar masuk wilayah Indonesia dengan leluasa karena teknologi radar milik TNI yang belum bisa menjangkaunya adalah keniscayaan yang harus ditakuti. 

Dalam sejarah panjang kelakuan AS pada Indonesia, AS pernah mengirim pesawat U-2 Dragon Lady yang dioperasional CIA untuk melakukan pengamatan pada objek vital pertahanan negara. 

Dalam catatan sejarah, yang pernah diulas Majalah Angkasa. Pesawat mata-mata U-2 pernah aktif mengintai di atas Indonesia sebagai bahan analisa data untuk menekan Belanda dalam perundingan New York saat memperebutkan Irian.

Berdasarkan dokumen-dokumen CIA yang dirilis ke publik lewat Freedom of Information Act (FOIA), sang naga hitam itu rupanya sangat sering terbang di atas Indonesia!

Dalam laporannya kepada Direktur CIA tertanggal 25 Juli 1962, Deputi Direktur Riset CIA melaporkan bahwa U-2 dalam proyek khusus berkode IDEALIST sudah menjalankan 29 sorti (beberapa laporan lain menyebutkan 30, dan ada yang 31 sorti) di atas Indonesia.

Operasi ini digelar antara 29 Maret sampai 7 Juni 1958, atau hanya tiga tahun sesudah penerbangan perdana dan satu tahun setelah U-2 dinyatakan masuk ke dalam jajaran aktif AU AS dan CIA.

U-2 terbang di atas wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Objek yang difoto meliputi instalasi militer, pelabuhan, rel kereta api, depot logistik, jalan raya, dan pangkalan udara.

Baca Juga:  Perang Jawa II : Campur Tangan Turki Tentukan Kemenangan Demak

Para pilot U-2 yang menjalankan misi di atas Indonesia melaporkan bahwa tantangan operasi di wilayah Indonesia sangat besar. Tantangan datang bukan dari sistem pertahanan AURI saat itu, tetapi justru dari cuaca.

Aktivitas U-2 meningkat pada 1963 ketika Indonesia mulai mengoperasikan pesawat-pesawat dan sistem senjata lain hasil pembelian dari Uni Soviet.


Hasil pemotretan U-2 dan satelit KH-11 Keyhole atas seluruh instalasi militer Indonesia boleh dikatakan lengkap. Pangkalan Udara Polonia di Medan yang digunakan sebagai staging base untuk operasi konfrontasi Dwikora, Kalijati di Subang, Bogor, Halim, dan Kemayoran di Jakarta yang diisi MiG-17 dan 21 diabadikan dengan jelas oleh kamera yang dibawa U-2.

Iswahyudi Madiun yang merupakan sarang Tu-16 Badger dan pangkalan udara Juanda serta Waru di Jawa Timur yang digunakan sebagai pangkalan pesawat pembom Il-28 Beagle juga tak luput dari pengintaian U-2.

Tidak hanya itu, U-2 juga berhasil memotret seluruh situs rudal S-75/SA-2 Guideline yang mempertahankan Jakarta. Foto tempat pelatihan awak SA-2 AURI di Bandung pun juga dikoleksi lengkap.

Contoh hasil pengintaian U2 Dragon di atas Kota Bandung. Foto: Angkasa

Hasil pemotretannya sangat detil. Boleh dikatakan bahwa Indonesia seperti ditelanjangi walau sudah dilengkapi dan dipersenjatai dengan alutsista Blok Timur terbaik saat itu.


Tidak hanya mengidentifikasi jumlah peluncur, bahkan titik penempatan radar dan kendaraan pendukungnya pun bisa diidentifikasikan. AS memang sangat menaruh perhatian pada SA-2 yang saat itu hanya digunakan oleh Mesir dan Indonesia di luar Uni Soviet. 

Baca Juga:  Kisah Bung Karno Menjemput Kematian Dengan Senyuman

Di tengah memanasnya situasi di Laut China Selatan. Catatan sejarah di atas harus menjadi perhatian tersendiri untuk keamanan nasional berkaitan dengan adanya F-22 Raptor di Australia.

Terutama setelah Presiden Jokowi secara pelan tapi pasti terus membatasi gerak Freeport di Papua dengan berbagai aturan larangan ekspor. 

sumber: angkasa

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan