Pesawat CN-235 MPA Pesanan TNI Jalani Uji Terbang

Para awak sebelum menguji terbang pesawat CN-235 MPA. Foto: twitter PT DI

Pada tanggal 13 April Komandan Lanud Sultan Hasanuddin dan tim mengunjungi PTDI perihal acara Acceptance Test Flight & Penerimaan Pesawat Terbang CN-235-220 MPA (N63). Delegasi TNI AU ini diterima oleh Direktur Niaga, Irzal Rinaldi.

Selanjutnya dilakukan acara serah terima Pesawat Terbang CN-235-220 MPA (serial number N63) kepada Komandan Lanud, Sultan Hasanuddin dan Tim.

Pada tanggal 16 April CN-235-220 MPA serial number N67 untuk TNI AL telah dilakukan flight test yang pertama dengan pilot uji, Capt. Esther Gayatri & Capt. Adi Budi. Penerbangan berlangsung dengan sukses.


PTDI akan terus berusaha memaksimalkan perannya sebagai industri strategis untuk dapat memperkuat alutsista militer dalam negeri, juga diharapkan bisa mendatangkan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Ini adalah pesawat kedua dari kontrak pembelian 2 unit yang diteken pada 2014. Sebelumnya, TNI AL juga sudah menerima 3 unit unit CN-235 versi MPA. Jadi total ada 5 unit pesawat jenis ini.

Pesawat patroli kemaritiman ini mampu terbang selama 10 sampai 11 jam dengan sistem avionik full glass cockpit yang lebih modern, autopilot dan adanya winglet di ujung sayap agar lebih stabil dan irit bahan bakar.

Pesawat udara ini juga mampu mengakomodasi dua console yang dikengkapi dengan 360 derajat search radar. Teknologi ini mampu mendeteksi target yang kecil sampai pada jarak 200 Nautical Mile. Untuk pelacakan otomatis guna mengidentifikasi dan menemukan kapal lain, pesawat ini juga dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS).

CN235-220 MPA ini dilengkapi IFF Interrogator dan Tactical Computer System. Alat ini berupa sistem identifikasi yang dirancang untuk mengetahui lawan atau kawan dan terintegrasi ke komputer untuk menganalisis dan menentukan strategi operasi.

Baca Juga:  Kapal Selam Kedua Kelas Chang Bogo TNI AL Resmi Diluncurkan

Pesawat juga dilengkapi dengan Forward Looking Infra Red. Keunggulannya adalah dapat mendeteksi dan mengklasifikasikan target di malam hari serta mampu merekam situasi di sekitar wilayah terbang untuk evaluasi misi.

 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan