Pesawat Eurofighter Typhoon Pesanan Kuwait Terbang Perdana

Eurofighter Typhoon pertama, dengan konfigurasi Instrumented Series Production Aircraft 6 (ISPA 6) Angkatan Udara Kuwait, telah menyelesaikan penerbangan perdananya di Pusat Uji Penerbangan Divisi Pesawat Leonardo di Turin-Caselle pada 23 Desember 2019.

Pesawat ini adalah pesawat pertama yang dilengkapi dengan radar Captor E-Scan yang inovatif dengan Phase Enhancement P3Eb.

Standar ini adalah varian paling canggih dari jet tempur Typhoon yang pernah dibuat, dengan paket kemampuan yang dibangun secara efektif pada program peningkatan yang ada.

Sebuah kontrak untuk pengadaan 28 pesawat tempur multi-role Eurofighter Typhoon ditandatangani antara Kementerian Pertahanan Kuwait dan Leonardo (pada 05 April 2016) melalui Divisi Pesawat yang bertindak sebagai Organisasi Kontraktor Utama Eurofighter.

Dengan radar Captor E-Scan dan beberapa tambahan baru pada sistem senjata, varian ini akan menempatkan Angkatan Udara Kuwait di garis depan teknologi pesawat tempur ketika pesawat ini mulai beroperasi pada AU Kuwait pada tahun 2020.

Sementara pesawat Eurofighter buatan Perusahaan Mitra Eurofighter lain yang berbeda sedang menguji bagian-bagian tertentu dari konfigurasi ini, termasuk pengembangan radar E-Scan di Inggris dan Jerman, penerbangan perdana Typhoon AU Kuwait adalah penerbangan pertama dari seluruh paket yang akan dikirim ke Kuwait.

Paket kemampuan untuk Kuwait mencakup integrasi rudal Storm Shadow dan Brimstone dan senjata udara-ke-permukaan lainnya. Selain itu, direncanakan untuk melakukan integrasi laser designator canggih pod (Lockheed Martin Sniper Advanced Targeting Pod) yang akan menambah koleksi laser designator pod yang dapat dibawa pesawat tersebut, serta pengenalan pod pelatihan tempur DRS-Cubic ACMI P5 dan bantuan navigasi yang disempurnakan (VOR).

Baca Juga:  Filipina Incar Kapal Selam Scorpene Prancis, Sudah Teken Kontrak LOI

Eurofighter Typhoon adalah pesawat tempur multirole bermesin ganda, sayap delta-canard, yang diproduksi oleh konsorsium Airbus, BAE Systems dan Leonardo yang melakukan sebagian besar proyek melalui perusahaan patungan, Eurofighter Jagdflugzeug GmbH yang dibentuk pada tahun 1986.

Typhoon memasuki kedinasan operasional pada tahun 2003; telah memasuki kedinasan angkatan udara Austria, Italia, Jerman, Inggris, Spanyol dan Arab Saudi. Angkatan udara Oman, Kuwait dan Qatar merupakan pelanggan ekspor berikutnya, sehingga total pengadaan menjadi 599 pesawat pada 2016.

Sumber: defpost.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan