Pesawat Hercules Versi Sipil Diproduksi Lagi

Lockheed Martin akhirnya kembali meluncurkan pesawat Hercules versi sipil dengan kode produksi LM-100J Hercules.

Peluncuran ini diabadikan lewat penerbangan perdana LM-100J pada 25 Mei kemarin, seperti dikutip janes.com.

Varian terakhir versi sipil dari pesawat militer C-130J ini, tiba di Georgia sebagai tempat produksi Lockheed Martin untuk menjalani penerbangan perdana. Oleh pilot ujinya penerbangan ini diistilahkan tanpa cacat (flawless).


Sebelumnya, LM-100J sudah melaksanakan rollout pada Februari, melancarkan jalan LM-100J uji terbang dan memperoleh sertifikat dari Federal Aviation Administration (FAA).

LM-100J meneruskan pendahulunya L-100 yang dibuat pada antara 1964 sampai 1992 (terjual 115 ). LM-100J diperuntukkan bagi penggunaan sipil dengan ruang kargo yang panjang.

Beragam penggunaan bisa diaplikasikan ke LM-100J seperti sebagai pesawat pemadam kebakaran, misi penyaluran bantuan kemanusiaan, misi SAR, ambulan udara, misi pertambangan dan sebagainya.


Walau disebut sebagai pesawat sipil, LM-100J sesungguhnya menyasar pembeli dari pemerintah dan militer yang sudah terbiasa mengoperasikan Hercules, atau terlalu mahal untuk membeli C-130J.

Sebagai contoh, jaringan komunikasi terbatas dan peralatan perang elektronik, rak, dan kabel-kabelnya dihilangkan. Semua ini memangkas harga per unit LM-100J. Lockheed Martin menyebutkan harganya antara 60 hingga 70 juta dolar AS, bandingkan dengan C-130J yang mencapai 100 juta dolar AS.

Sejumlah negara termasuk Indonesia, mengoperasikan L-100. Mereka adalah Argentina, Ekuador, Gabon, Libya, Peru, Filipina, Arab Saudi, Uni Emirat Arab.

Baca Juga:  Selandia Baru Disarankan Pinjam Kapal Kelas LPD Milik Indonesia

Indonesia mengoperasikan L-100 untuk menyukseskan program Transmigrasi yang dicanangkan Presiden Soeharto pada akhir 1970-an. Pada puncaknya antara 1979 dan 1984, 535.000 keluarga (hampir 2,5 juta jiwa) pindah tempat tinggal melalui program transmigrasi. Selain menggunakan kapal laut, keperluan yang cepat diatasi dengan membeli pesawat L-100 yang dioperasikan Pelita dan Merpati.

Saat ini sejumlah L-100 dioperasikan oleh TNI AU setelah menerima hibah dari Pelita beberapa tahun lalu.

sumber : angkasa.grid.id

Advertisements

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan