Pesawat Il-78 Mahal, China Kembangkan Versi Tanker Udara Pesawat Y-20

China sedang mengembangkan versi pengisian bahan bakar udara (aerial refueling) pesawat angkut strategis Y-20 setelah menolak tawaran untuk membeli lebih banyak pesawat tanker Il-78 Rusia karena harganya yang tinggi.

Varian tanker untuk Y-20 saat ini sedang dalam pengembangan, kata seorang pakar yang tidak disebutkan namanya kepada surat kabar Global Times. Citra satelit baru-baru ini dilaporkan menunjukkan prototipe versi pengisian bahan bakar udara Y-20 di Bandara Yanliang di Xi’an, ibukota Provinsi Shaanxi China Barat Laut.

China sangat membutuhkan tanker pengisian bahan bakar udara yang memiliki kapasitas bahan bakar lebih besar dari HU-6, tanker yang dikembangkan dari pembom H-6.

J-20, jet tempur stealth China yang paling canggih, mampu menerima pengisian bahan bakar udara, China Central Television (CCTV) melaporkan awal bulan ini. Beberapa pesawat lain di Angkatan Udara Tiongkok seperti J-11 dan Su-35 juga mampu mengisi bahan bakar dalam penerbangan.


China membutuhkan kemampuan pengisian bahan bakar udara untuk memperluas jangkauan armada tempurnya karena terlibat dalam sengketa maritim dengan Jepang, Korea Selatan dan Amerika Serikat atas kendali Laut Cina Selatan.

Meskipun China juga mengoperasikan beberapa pesawat tanker Rusia Il-78, yang jauh lebih besar daripada HU-6, Rusia enggan menjual lebih banyak pesawat tersebut dengan harga yang murah, yang menyebabkan Tiongkok memutuskan untuk mengembangkan tanker besarnya sendiri, kata pakar itu.

Baca Juga:  Lanud Sultan Hasanuddin Sukseskan Sail Tomini 2015

Y-20, pesawat angkut multi-purpose 200 ton yang dibuat di dalam negeri, memiliki ukuran yang sama dengan pesawat angkut Il-76 Rusia, yang merupakan dasar pesawat Il-78, katanya.

Selain versi pengisian bahan bakar udara, China juga mengembangkan pesawat peringatan dini berdasarkan Y-20.

Sumber : defenseworld.net/TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan