Pesawat Jet Honda Telah Menelan Biaya 1 Milyar Dolar

Perusahaan otomotif asal Jepang, Honda Motor Co telah mengeluarkan biaya 1 milyar dolar AS untuk pengembangan dan memproduksi pesawat jet Honda sejak awal 2000-an. Jumlah ini dua kali lipat dari biaya pengembangan pesawat sejenis yang dikembangkan perusahaan lain yang biasanya sekitar 400 juta dolar.

Analisa diatas berasal dari group Teal sebuah perusahaan konsultasi yang menganalisa industri penerbangan.

Salah satu penyebab bengkaknya biaya adalah adanya keterlambatan proses produksi yang molor sampai 5 tahun. Hal ini memunculkan denda karena keterlambatan waktu pengiriman pesawat.


Hal lain yang bikin mahal adalah Honda membuat dan mengembangkan sendiri mesin jet-nya. Padahal biasanya perusahaan lain memakai mesin produksi pabrikan lain yang sudah jadi.

Honda menolak memberi konfirmasi atas perkiraan Grup Teal tapi perusahaan otomotif asal Jepang ini sudah meriset pengembangan pesawat jet sejak 1986.

Pesawat Honda Jet diperkirakan dijual seharga 4,85 juta dolar AS per unit. Memiliki enam kursi yang mampu menempuh jarak 2.185 km dan mencapai kecepatan maksimal 777,3 km per jam. Jet Honda menjadi pesawat komersil pertama yang dibuat Honda Motor co sejak perang dunia II.

Honda Jet mulai dikirim ke konsumen akhir 2015 setelah beberapa kali mundur dan harganya sedikit lebih tinggi dari para pesaingnya dalam segmen jet bisnis ringan yang konservatif. 

“Kesalahan terbesar yang pernah dibuat orang saat masuk dalam bisnis pesawat adalah (berpikir) bahwa terkurasnya kas perusahaan akan berakhir setelah mulai mengirimkan pesawat,” ujar Aboulafia, CEO Teal. “Padahal saat mulau mengirim seringkali biayanya malah meningkat,” katanya, menyebutkan biaya produksi dan pemasaran yang melambung.

Baca Juga:  Indonesia Service Hub akan Jadi Pusat Perawatan Pesawat Militer Airbus

Fujino, CEO Honda Aircraft Company, mengatakan pihak membutuhkan waktu lima tahun untuk mulai menghasilkan keuntungan. Sedangkan Aboulafia meyakini Honda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menutup sunk cost. “Kalau Honda mendapat mukjizat, dapat menghasilkan keuntungan 1 juta dolar dari setiap pesawat, maka mereka harus menjual 1.000 pesawat, setelah mereka membuat 100 pesawat yang tidak menguntungkan,” ujarnya.

Proyek pesawat jet bergantung pada dalamnya kocek Honda. Keuntungan bersih Honda pada 2016 sekitar 3 miliar dolar AS atau tiga kali lipat lebih besar dari Textron, pembuat jet Cessna Citation M2. Honda berharap proyek ini akan memiliki manfaat tak berwujud.

Yakni memoles citra merek Honda untuk meraih kembali pangsa pasar mobil di Amerika Utara, yang tergelincir di bawah 10 persen dalam beberapa tahun terakhir. Sekaligus memanfaatkan keahlian teknisi jet untuk meningkatkan efisiensi dan performa mobil masa depan.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan