Pesawat Kargo Tanpa Pilot Buatan China, Siap Dievaluasi

Star UAV System, pengembang unmanned aerial vehicles (UAVs) / Pesawat Tanpa Pilot yang berbasis di Chengdu China, telah memulai produksi dan pengiriman awal UAV kargo AT200 menyusul serangkaian uji kelaikan udara yang berhasil pada tahun 2018.

Berdasarkan kontrak yang diberikan oleh launch customer SF Express pada Oktober 2017, Star UAV akan memasok tiga wahana udara AT200 untuk evaluasi lebih lanjut dan pengujian operasional. Perusahaan akan bermitra dengan SF Express, perusahaan kurir domestik dan internasional terbesar kedua di China yang berbasis di provinsi Guangdong, untuk memvalidasi air traffic control, penerbangan otonom dan teknologi navigasi, dan prosedur keselamatan yang diperlukan untuk memungkinkan operasi logistik udara tak berawak skala besar di China.

Perusahaan juga telah menandatangani kontrak untuk mengirimkan hingga 50 wahana udara ke pelanggan yang dirahasiakan pada tahun 2022.

Seorang juru bicara Star UAV mengatakan kepada Jane bahwa prototipe AT200 berhasil melakukan penerbangan terprogram antara Bandara Pucheng Neifu dan Bandara Danfeng di provinsi Shaanxi pada 26 Oktober 2018, terbang di ketinggian hingga 16.732 kaki (5.100 m) di atas Pegunungan Qinling, dimana wahana udara itu taxiing dan lepas landas secara otomatis selama proses penerbangannya.

Wahana udara itu juga melakukan pendaratan dan taxiing otomatis di tempat tujuannya, sebelum diperiksa oleh para insinyur dari Star UAV dan co-developernya Chinese Academy of Sciences (CAS). Wahana udara itu kemudian kembali ke Bandara Pucheng Neifu melalui rute yang berbeda, sekali lagi secara otomatis melakukan manuver lepas landas dan pedaratan. Menurut juru bicara, uji coba penerbangan berlangsung sekitar 194 menit.

Baca Juga:  Malaysia Ingin Beli Senjata dengan Barter Minyak Sawit

“Terbang dengan kode penerbangan U3267 di sepanjang rute yang disetujui oleh Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok, prototipe tersebut berhasil menyelesaikan misi angkut kargo secara otonom, end-to-end di wilayah pegunungan untuk pertama kalinya,” kata juru bicara itu.

“Sistem kontrol dan navigasi UAV kami berfungsi seperti yang diharapkan,” katanya. “Selama kedua fase penerbangan, kami memiliki komunikasi yang baik dengan menara dan kontrol lalu lintas udara.”

Sumber : janes.com, TSM Angga Saja

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan