Pesawat Siluman J-20 China Bayangi F-22 Raptor AS saat Latihan di Korea

Jet Siluman J-20 milik China mulai unjuk kemampuan. Pesawat tempur dengan kemampuan 5G itu dilaporkan Amerika Serikat mengintai F-22 Raptor saat latihan bersama di Korea Selatan.
Untuk diketahui, AS dan Korea Selatan menggelar latihan militer bersandi Vigilant ACE (Air Component Exercise) yang diselenggarakan mulai 4 Desember dan melibatkan lebih dari 200 pesawat. Latihan ini dimaksudkan untuk menghadapi ancaman nuklir Korea Utara.

AS mengirimkan 6 unit jet tempur siluman F-22 Raptor dan 18 unit F-35 ke Korea Selatan seperti dilansir The Diplomat dan media CNN pada (11/12/2017)

Keterlibatan pesawat tempur siluman AS yang sangat banyak ini tentu memancing ketertarikan negara-negara tetangganya. China, yang memiliki program pesawat tempur siluman J-20, dilaporkan telah melaksanakan penerbangan intai pada saat latihan Vigilant ACE dilaksanakan dengan jet tempur siluman yang masih dalam tahap akhir penyempurnaan tersebut.

J-20 dilaporkan lepas landas dari pangkalannya di China Utara, kemudian terbang melalui rute ke arah samudera, kemudian melintasi Laut China Timur dan Laut Kuning, yang berbatasan dengan wilayah Korea Selatan. J-20 diasumsikan melintas masuk ke wilayah Korsel, seperti disampaikan sejumlah pengamat militer China seperti dikutip dari Defenseworld (12/12).


Pesawat tersebut bisa melintas tanpa terdeteksi, apalagi sampai dikawal atau dicegat jet tempur Korea Selatan. Ini sebuah hal yang luar biasa mengingat Korea Selatan dalam kondisi kesiagaan tinggi dan radar-radarnya seharusnya bisa mendeteksi keberadaan J-20.

Baca Juga:  China Tampilkan Tank VT-4 Pesanan AD Thailand

Semua keterangan tersebut seolah didukung oleh akun resmi AU Tentara Pembebasan China di Sina Weibo yang menyatakan bahwa pesawat intainya terbang pada rute yang belum pernah mereka tempuh sebelumnya, “ke tempat mereka belum pernah berada sebelumnya” yang mengindikasikan bahwa J-20 memang digunakan untuk menguji kekuatan pertahanan Korea Selatan.

Tiadanya respon atau keterangan resmi dari Korea Selatan atau Amerika Serikat mengindikasikan bahwa mereka tidak berhasil mendeteksi kehadiran J-20, dan mengirimkan F-22 atau F-35 untuk melakukan pencegatan. Padahal akan sangat menarik untuk menyigi jika memang dua jet tempur siluman dari dua negara ini bisa berhadap-hadapan di atas Semenanjung Korea.

AU Tentara Pembebasan China sendiri dilaporkan sudah mengoperasionalkan sejumlah J-20 dalam skala unit, yang dipangkalkan di Cangzou, terletak di propinsi Hebei yang terletak di Utara. Posisinya sangat strategis karena ada di seberang Teluk Korea dan Pantai Barat Semenanjung Korea. (UC News Aryo Nugroho)

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan