Pesawat Tempur Boeing X-32 Pesaing F-35 Yang Gagal Diproduksi

Saat pengadaan proposal tentang pesawat tempur militer Generasi ke-5 tahun 1994. Kementrian Pertahanan Amerika Serikat di Pentagon menerima dua proposal masuk.

Keduanya diajukan oleh dua perusahaan pesawat di AS. Yang pertama oleh Lockheed Martin dengan desain F-35 yang akhirnya disetujui.

Sedangkan yang kedua adalah dari Boeing dengan X-32.

16 November 1996, Boeing dan Lockheed Martin diberikan kontrak bagi mereka untuk memproduksi dua pesawat demonstrator dari konsep mereka masing-masing.

Masing-masing keduanya diberi dana $ 750 juta untuk memproduksi dua pesawat mereka – termasuk avionik, perangkat lunak dan perangkat keras

Boeing X-32 dirancang dengan sayap delta, berbahan komposit serat karbon. Sayap memiliki rentang 9,15 meter, dengan sapuan tepi terdepan 55 derajat dan dapat menampung hingga 20.000 pound bahan bakar.

Desain awal Boeing X-32 dengan sayap delta.

Namun, delapan bulan setelah pembangunan pesawat konsep untuk demo, kemampuan manuver dan muatan muatan JSF dinilai kurang memuaskan, atas permintaan Angkatan Laut dan desain sayap delta dirubah. Insinyur mengubah desain pesawat dengan ekor kembar konvensional yang mengurangi berat dan meningkatkan kelincahan, tetapi sudah terlambat untuk mengganti desain secara garis besar.

Pada 14 Desember 1999, Boeing meluncurkan mockup desain kedua dari X-32 di pabriknya di Palmdale, California, di depan 5.500 peserta.

Penerbangan pertama X-32A (naik turun konvensional) berlangsung pada 18 September 2000, dari pabrik Palmdale Boeing ke Pangkalan Angkatan Udara Edwards. Ada masalah di sektor kebocoran hidrolis, cuma terbang 20 menit dari total target 40 menit.

Baca Juga:  Ada Berapa Rudal Tomahawk Yang Dibawa Kapal Selam Ohio-Class?

Pada 29 Maret 2001, versi X-32B STOVL (naik turun vertikal) melakukan penerbangan pertamanya. Penerbangan berlangsung 50 menit saat pesawat terbang dari Palmdale ke Edwards AFB.

Pada 26 Oktober 2001, Departemen Pertahanan mengumumkan bahwa Lockheed Martin X-35 memenangkan kompetisi JSF. X-35 akan dikembangkan menjadi produksi Lockheed Martin F-35 Lightning II.

Kekalahan dari Lockheed Martin ini merupakan pukulan besar bagi Boeing, keduanya telah bersaing sejak program Pesawat Tempur tahun 1960-an dan 1970-an, yang melahirkan F-16 Fighting Falcon (dimenangkan Lockheed) dan
F/A-18 Hornet (dimenangkan Boeing).

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan