Pesawat Tempur Rusia Mirip Apel Busuk di Arsenal India

Formasi jet tempur garis depan Au India. (defence.pk)

Belajar dari pengalaman negara lain yang sangat bergantung pada kekuatan udara asal Rusia. India adalah contoh negara yang merasakan bagaimana beratnya memelihara jet-jet tempur buatan Rusia untuk siap dan layak terbang.

Saat masa kampanye, Perdana Menteri India ke-14 yang terpilih pada tahun 2014 Narendra Modi, sempat menyebut bahwa pesawat tempur buatan Rusia layaknya apel busuk di dalam arsenal pertahanan negaranya, yang membuat India sangat inferior di udara dibandingkan dua negara tetangganya. Modi berjanji akan membeli pesawat tempur dari barat dengan tetap melanjutkan program Make In India (MII), bahwa setiap pesawat yang dibeli harus dibuat di India.

Seberapa serius kosongnya langit India?

Formasi pesawat tempur garis depan AU India adalah sebagai berikut ini:
1. SU-30MKI sejumlah 242 unit sebagai air superiority fighter
2. MIG-29 sejumlah 69 unit sebagai air superioty fighter
3. Dassault Mirage 2000 sejumlah 49 unit sebagai multirole fighter
4. MIG-21 sejumlah 127 unit sebagai interceptor
5. MIG-27 sejumlah 85 unit sebagai attack aircraft
6. Specat Jaguar sejumlah 139 unit sebagai attack aircraft.

Dari keenam pesawat tempur di atas, pesawat buatan Rusia mendatangkan masalah serius bagi India, baik yang baru maupun yang berusia lanjut.

Dalam kurun 3 tahun terakhir, India telah kehilangan 30 pesawat tempur.

MIG29 kesiapan terbangnya hanya 20% dari total unit yang tersedia karena susahnya suku cadang. Sedangkan MIG-21 sebagai interceptor dijuluki peti mati terbang oleh para pengamat militer, 29 unit Mig-21 jatuh dalam kurun 3 tahun terakhir. Mig-27 juga tak kalah hebat dalam hal jatuh.

Baca Juga:  Turki Serbu Mosul Irak, Apa Tujuanya?

SU-30MKI hanya 50% yang siap siaga terbang dan diperparah dengan banyaknya insiden pesawat tersebut jatuh karena kegagalan mesin, sejak masuk ke Arsenal India tahun 2000, total sudah 6 unit Su-30MKI jatuh. AU India beberapa kali melakukan grounded Su-30MKI setiap kali ada insiden.


Dengan minimnya pesawat tipe interceptor dan fighter yang siaga, pertahanan udara India menganga lebar hanya mengandalkan rudal dari sistem pertahanan udara dari darat dan 49 unit Mirage 2000.

Padahal dua musuh India, China dan Pakistan terus membuat jet tempur bersama dalam proyek Joint Fighter. Saat ini India hanya punya total 25 Skuadron Pesawat yang aktif, padahal China dan India punya 45 Skuadron.

Inilah yang disebut PM India Narendra Modi sebagai apel busuk. Effort dan dana AU India lebih banyak dihabiskan untuk merawat pesawat yang sakit di darat dibandingkan untuk melengkapi dan meningkatkan kemampuan gentarnya di udara.


Rujukan:

  • http://india.blogs.nytimes.com/2013/08/08/the-trouble-with-indian-air-forces-mig-21-fighter-jets/?_r=0
  • http://www.defencenews.in/article/Indias-Su-30MKIs-have-serious-engine-problems-5448
  • http://www.tribuneindia.com/news/nation/mig-29k-has-engine-failure-airframe-issues-cag-report/271853.html
  • http://www.bloomberg.com/news/articles/2016-09-23/india-to-acquire-36-rafale-warplanes-to-bolster-aging-air-force
  • http://www.jejaktapak.com/2015/05/25/Kali-ini-India-tak-akan-menggrounded-Su-30MKI
  • https://www.facebook.com/notes/military-aviation-news/indian-air-force-lost-30-fighter-aircraft-10-choppers-in-three-years/584164941613209/

 

 

2 Komentar

  1. Belajar dari pengalaman India sebagai pengguna terbesar pespur Rusia maka patut kiranya pemerintah RI untuk mengkaji ulang pembelian su35 dari Rusia, apalagi pd ajang Singapura air show jelas pihak Rusia enggan memberikan TOT sebagai syarat pembelian senjata sesuai undang-undang yg berlaku di negeri kita tercinta ini, semoga Alloh SWT membimbing para pengambil kebijakan agar dapat memilih pespur yg terbaik UNTUK TNI AU dan jg industri strategis Indonesia bukan yg terbaik untuk sekelompok orang saja, karena INDONESIA milik kita semua.

Tinggalkan Balasan