Pesawat Tempur Su-35 China Latihan di Laut China Selatan

Pilot Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat (PLAAF) China telah menguji kemampuan tempur laut dari jet-jet tempur Su-35 canggih mereka di Laut China Selatan. Pesawat-pesawat buatan Rusia itu telah d-upgrade atau ditingkatkan oleh Beijing.

Satu brigade Angkatan Udara dari Komando Teater Selatan mengambil bagian dalam latihan tempur. Majalah PLA Pictorial milik pemerintah setempat pada hari Senin mengumumkan latihan dengan jet Sukhoi Su-35 tersebut tanpa merinci tanggal latihan.

Latihan-latihan tempur itu termasuk serangan tiga pesawat berulang-ulang terhadap sasaran di laut, gabungan taktik tembak dan manuver, dan operasi malam hari.

Total 24 unit Su-35 China ditugaskan ke brigade di dekat Zhanjiang, provinsi Guangdong, di mana Komando Teater Selatan mencakup operasi Laut China Selatan.

Ketegangan di kawasan itu meningkat ketika Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melakukan apa yang disebut Washington sebagai “latihan kebebasan navigasi” yang dekat dengan pulau dan terumbu karang yang diklaim Beijing sebagai miliknya.

Menurut laporan media pemerintah, brigade tersebut berusaha keras untuk mempercepat waktu modifikasi dan mempersingkat periode pelatihannya.


“Modifikasi ini menekankan bagian yang dimainkan oleh platform (senjata Su-35) dalam mewujudkan taktik tempur, (membawa awak pesawat) lebih dekat ke situasi medan perang nyata,” kata pilot Song Lindong.

“Pertempuran udara lebih intens dengan muatan yang lebih berat,” ujarnya, yang dilansir South China Morning Post, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga:  Prajurit TNI tewas dianiaya anak anggota DPRD

Brigade yang dijuluki “Sword of the South” telah mengambil bagian dalam sejumlah misi tingkat tinggi, termasuk patroli di atas titik nyala Laut China Selatan dan operasi bersama di sekitar wilayah udara Taiwan dengan pesawat Komando Teater Timur tahun lalu.


China adalah pelanggan asing pertama Su-35 bermesin ganda yang jadi andalan Angkatan Udara Rusia.

Su-35 adalah upgrade dari Su-27 yang memasuki layanan militer Uni Soviet pada tahun 1985 dan dikenal oleh pengamat NATO sebagai Flanker.

Su-35 memiliki mesin yang lebih kuat untuk memastikan kemampuan manuver yang lebih besar dan kemampuan untuk mengangkut muatan delapan ton, termasuk rudal anti-kapal.

Sumber: sindonews.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan