Pilih Buatan Turki atau China, Tahap Akhir Akuisisi Drone Tempur untuk Indonesia

Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan membeli pesawat tempur tanpa awak atau Unmanned Combat Aerial Vehicle (UCAV) atau Drone Tempur.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan ada sejumlah perusahaan yang telah mengikuti tender pengadaan UCAV tersebut.

Sementara itu, Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kementerian Pertahanan RI Laksamana Muda TNI Agus Setiadji menyebut perusahaan asal Turki dan China telah memasuki tahap akhir tender pengadaan pesawat tanpa awak atau drone.


Dia menyebut dari lima perusahaan yang mengikuti tender pengadaan drone sejak tahun lalu yakni, Amerika Serikat, Israel, Perancis, Turki dan China hanya dua perusahaan yang memasuki tahap akhir.

“Tinggal dua, satu Turki (Turkish Aerospace Industry), satu China belum menang tender. Nanti akan diperbandingkan TOTnya, speknya, garansi, suku cadang dll,” jelas Agus Setiadji di Kementerian Pertahanan RI pada Rabu saat ditanya Anadolu Agency.

ANKA buatan Turki
Rainbow buatan China

Menurut dia, Pemerintah Indonesia akan memberi keputusan pada Februari nanti mengenai pemenang tender pengadaan drone tersebut.

“Penawaran masih dua (Turki dan China), Nanti akan memasuki tahap reverse auction. yang dua ini diadu lagi,” jelas dia.

Agus Setiadji menegaskan pesawat tanpa awak yang diinginkan oleh TNI yakni memiliki spesifikasi Medium Altitude Long Endurance (MALE), memiliki Wingspan sepanjang 18 meter dan mampu terbang hingga jarak 200 km.

Kementerian Pertahanan kata dia menyiapkan anggaran 110 juta USD atau sekitar Rp 1 triliun jika dikonversikan dengan kurs dolar AS saat ini.

Baca Juga:  TNI Kembangkan Sistem "Network Centric Warfare" dalam Operasi

Nantinya kata dia, Indonesia akan membeli enam pesawat tanpa awak (UCAV) dengan dua hanggar di wilayah Natuna, Kepulauan Riau dan Papua.


Sumber: aa.com.tr/id

1 Komentar

  1. Turki atau cina akhirnya cina yg menang, walopun drone cina udh banyak dipake dicina tapi lebih menguntungkan drone turki dr segi TOT. walopun misal drone yg dibangun bersama turki blom sempurna pasti nanti bisa semakin berkembang karena membuat sesuatu dgn sempurna tidak ada yg instan.

1 Trackback / Pingback

  1. Anka, Pesawat Tempur Tanpa Awak Buatan Turki Sukses Jalani Misi Tempur Pertama – MiliterMeter.com

Tinggalkan Balasan