Pilot AL Amerika Ingatkan Ancaman Militer China Yang Maju Pesat

Teknologi militer China yang maju pesat adalah ancaman nyata bagi Amerika Serikat. Peringatan ini disampaikan oleh sejumlah pilot dari kalangan Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) yang disampaikan dalam konvensi penerbangan Angkatan Laut AS tahunan Tailhook di Nevada pada September 2019.

Peswat tempur di jajaran AL AS adalah garda terdepan militer AS, wajar jika mereka was-was. Apalagi di kawasan Asia Pasifik yang mereka berhadapan langsung.

“Komentar dari Tailhook 2019 menyatakan krisis baru sudah dekat,” kata James Holmes, seorang profesor di Akademi Perang Angkatan Laut AS di Rhode Island, dalam tulisnnya di Proceedings, jurnal profesional dari Institut Angkatan Laut AS.

Holmes menyamakan dilema penerbangan angkatan laut saat ini dengan keadaan darurat serupa yang terjadi pada 1960-an. “Saat itu musuh adalah Vietnam Utara, lawan tangguh meskipun menimbulkan sedikit ancaman di luar perbatasannya,” tulis Holmes.

Pada 1960-an Angkatan Laut AS menerjunkan jet tempur berbasis kapal induk yang filosofi desainnya berpusat pada rudal. Namun pilot Vietnam memaksa terjadinya perang dalam jarak dekat dengan mengandalkan adu senjata, sehingga rudal seperti tak berguna.

Padahal F-4 Phantom, pesawat tempur utama Angkatan Laut AS di tahun 1960-an, bahkan tidak dilengkapi dengan senjata untuk pertempuran jarak dekat.

Saat ini China bangkit sebagai kekuatan ekonomi dan militer, dan kebangkitan militer Rusia sendiri, mengakhiri ketenangan dan mengungkapkan bahwa penerbangan Angkatan Laut AS tidak siap untuk perang besar, kata Holmes seperti dikutip National Interest, 23 Oktober 2019.

Baca Juga:  Mesir Kerahkan Militer ke Libya, Siap Perang Terbuka Lawan Turki

Menurut Holmes, pesawat angkut Angkatan Laut AS tidak lagi membanggakan, kecepatan dan keunggulan yang membuat mereka tidak terkalahkan di perang Balkan, Afghanistan dan Irak sudah tidak tersisa lagi.

China saat ini memiliki jet tempur siluman J-20 dan bomber H-6K, juga kapal induk dan kapal perusak, dan helikopter Z-20 yang diperkirakan bakal menjadi kekuatan perang bersama mesin tempur AS dan Rusia.

Sumber: tempo.co

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan