Pilot Su-25 Yang Jatuh, Memilih Aksi Kamikaze Daripada Tertawan Pemberontak Suriah

Warga tampak mengerumuni puing-puing pesawat Su-25 milik Rusia. Foto: AFP

Media Rusia memuji seorang pilot yang tewas di Suriah sebagai pahlawan, dan melaporkan bahwa ia meledakkan granatnya sendiri supaya tidak ditangkap para pemberontak yang menembak jatuh pesawatnya.

Roman Filipov dilaporkan mengucap kata-kata terakhir: “Ini untuk kawan-kawan saya.”

Pesawat tempur Sukhoi-25 yang ia terbangkan ditembak jatuh di provinsi Idlib yang dikuasai pemberontak. Ia selamat dari serangan itu dan melepas kursi lontar, namun akhirnya tewas dalam pertempuran di darat.

Kelompok Hayat Tahrir al-Syam, yang dulunya berafiliasi dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.


TV Zvezda, yang dikendalikan kementerian pertahanan, melaporkan bahwa Roman Filipov mendapat penghargaan anumerta berupa medali Pahlawan Rusia, yang juga dikenal dengan sebutan Bintang Emas.

Dilaporkan bahwa Filipov sempat memberi tahu atasannya bahwa ia dihantam rudal, sebelum melontarkan diri keluar pesawat.

BBC belum bisa memverifikasi secara independen apa yang dikatakan Filipov saat itu atau bagaimana informasi ini didapatkan.

Lembaga Pemantau Hak Asasi Suriah, yang berbasis di Inggris, sebelumnya mengatakan bahwa pasukan pemberontak menangkap sang pilot dan kemudian membunuhnya.

Pemerintah Suriah, dengan dukungan kekuatan udara Rusia, melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok pemberontak di Idlib pada bulan Desember.

Serangan udara di wilayah itu semakin gencar pada hari Minggu, dan dilaporkan menewaskan sekitar 20 orang, sehari setelah pesawat Filipov ditembak jatuh.

Baca Juga:  Kenapa Rusia Tidak Pernah Menembak Pesawat Israel Yang Serang Suriah?

Sembilan orang juga dirawat karena kesulitan bernafas setelah bom yang diyakini berisi klorin dijatuhkan di kota Saraqeb. (BBC Indonesia)


 

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan