PM Lebanon Mundur Karena Ancaman Pembunuhan dan Tekanan Dari Iran

Perdana Menteri Militer Libanon, Said Hariri menyatakan mundur ditengah-tengah kunjungan ke Arab Saudi. Dalam pengumuman itu, dia menekankan bahwa ”tangan Iran” di wilayah Timur Tengah akan terputus. Hariri sendiri saat ini diketahui masih berada di Saudi, dan belum diketahui kapan dirinya akan kembali ke Beirut.

Hariri adalah tokoh yang dikenal anti terhadap kelompok militer Hizbullah yang berhaluan Syiah dan mendapat dukungan dari Iran. Hariri sendiri mengaku mendapat ancaman pembunuhan.

Media asal Arab Saudi, Al Arabiya dalam laporannya menyebut, beberapa hari jelang pengungduran diri Hariri, militer Libanon berhasil mengagalkan upaya pembunuhan terhadap tokoh anti-Hizbullah tersebut.


Namun pihak militer mengaku tidak menemukan adanya rencana pembunuhan berencana di Libanon, khususnya terhadap Said Hariri.

Berdasarkan informasi yang mereka miliki, sejauh ini tidak ditemukan adanya upaya pembunuhan, dan mereka tidak menggagaglkan satupun upaya pembunuhan di Libanon.


“Berdasarkan informasi yang kami terima sebagai akibat penangkapan dan penyelidikan mengungkapkan bahwa tidak ada rencana pembunuhan di negara ini,” kata militer Libanon dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (5/11).

Terkait pengunduran diri Hariri, Presiden Libanon Michel Aoun dilaporkan belum memutuskan apakah akan menerima atau menolak pengunduran diri Perdana Menteri Saad al-Hariri. Seorang sumber di pemerintahan Libanon menuturkan, Aoun akan menunggu Haririr kembali ke Beirut untuk mendengarkan langsung alasan pengunduran dirinya. Setelah pertemuan itu, Aoun baru akan memutuskan apakah dia akan menerima atau menolak pengunduran diri Hariri.

Baca Juga:  Koalisi Iran-Turki-Rusia Menguat, Iran Semakin Berani Hadapi Amerika

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan