Prabowo Gandeng Scytalys Yunani Untuk Bangun Sistem Pertahanan Indonesia

Kementrian Pertahanan yang dipimpin oleh Prabowo Subianto memberikan kontrak pada Scytalys, perusahaan militer asal Yunani untuk pembangunan sistem pertahanan terintegrasi pertahanan darat, laut, dan udara Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Perusahaan ini memegang hak penuh pembangunan sistem pertahanan Indonesia selama 3 tahun ke depan. Dengan nilai kontrak sebesar US$ 49 juta atau setara Rp 730 miliar.

“Scytalys telah melanjutkan ekspansi ke pasar internasional, di mana hari ini kami mengumumkan telah menerima kesepakatan senilai US$ 49 juta dari Kementerian Pertahanan Indonesia,” tulis keterangan resmi perusahaan.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun sistem pertahanan terintegrasi milik TNI atau yang disebut dengan Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveilance, and Reonnaisance (C4ISR).

Program ini, menurut perusahaan, akan membentuk kerangka kerja untuk angkatan bersenjata Indonesia dan membuka jalan dalam mewujudkan kebutuhan dan tujuan operasi jaringan yang dibutuhkan dalam era perang modern.

“Kami sangat menghargai pemberian kontrak ini, yang kami anggap penting secara strategis karena akan memungkinkan TNI memperoleh data yang tersistematis, teknologi, dan fasilitas C4ISR yang diperlukan membangun sistem pertahanan Indonesia,” kata Karantzavelos.

Sementara itu, EFA Group, yang merupakan induk Scytalys menyatakan bahwa Indonesia bukanlah negara pertama di Asia yang membangun sistem C4ISR, ada juga Korea Selatan dan Jepang yang sudah bekerjasama.
(Sumber : cnbcindonesia.com)

Baca Juga:  Kelaparan Karena Corona, Warga Lebanon Mulai Anarkis Dan Menjarah Bank

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan