Prajurit Kopassus Pratu Sandi Novian Gugur di Papua

Seorang Prajurit Kopassus, Pratu Sandi Novian dari kesatuan elit Kopassus TNI AD gugur di Papua seperti diberitakan Detik (12/2).

Kematiannya cukup mengejutkan. Karena yang bersangkutan adalah anggota kesatuan khusus Kopassus. Di belahan dunia mana pun, jika anggota pasukam elit yang gugur, pasti jadi sorotan. Seperti saat 4 prajurit Navy Seal Amerika tewas disergap pemberontak di Niger, tahun 2017 yang lalu.

Perihal: Terjadi penembakan oleh kelompok Orang tak dikenal(OTK) terhadap anggota satgas Kopassus an.Pratu Sandi meninggal.

Ijin Komandan melaporkan,
Pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018 pukul 10.00 WIT , bertempat di pasar Sinak Distrik Sinak Kab. Puncak telah terjadi penembakan oleh OTK terhadap anggota satgas ban timsus sinak Pratu Sandi Novian NRP 31120352521191 jabatan TA group I kopasus meninggal di tempat, 1 pucuk senjata combat G2 dibawah OTK.


A. Adapun kronologis kejadian sbb :
1. Pada pukul 09.50 WIT, 7 orang anggota Timsus satgas ban Kopassus dipimpin Serka Sukiswo berangkat kepasar Sinak untuk belanja sembako kebutuhan sehari hari, selanjutnya Pratu Sandi Novian pisah dari rekannya yang lain untuk belanja kebutuhan pribadi.

2. Pukul 10.00 WIT, 5 orang masyarakat menghampiri Pratu Sandi Novian dari arah belakang selanjutnya salah satu dari 5 orang masyarakat mengeluarkan pistol dari tas noken langsung menembakan ke bagian kepala dari jarak dekat yang mengakibatkan Pratu Sandi Novian meninggal ditempat.Kemudian senjata jenis Pistol G2 di bawah kabur oleh OTK selanjutnya Pratu Sandi Novian di evak ke puskemas Sinak oleh rekannya.Selanjutnya timsus satgas ban 15 orang beserta satgas Yon 751/R melaksanakan pengejaran kelompok OTK tersebut.

– Langkah-langkah yg di lakukan.
A. Mengevakuasi korban ke puskesmas dan rec di lanjutkan ke timika.
B. Melaksanakan pengejaran terhadap kelompok otk tersebut.


Catatan :
– Bahwa terjadinya penembakan oleh OTK di pasar Distrik Sinak terhadap Pratu Sandi Novian anggota timsus satgas ban tidak menuntut kemungkinan adanya provokasi terhadap Pemilukada di Kab. Puncak yang rencana akan dilakukan penetapan verivikasi aktual pasangan Bupati/Wakil Bupati pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018.

Pertanyaan tentu mengemuka, bagaimana seorang prajurit Kopassus bisa sampai tertembak dan gugur. Namun jika melihat pada tempat kejadian perkara di pasar di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua dimana para anggota Kopassus sedang turun untuk berbelanja barang kebutuhan sehari-hari, bisa jadi ini merupakan suatu penjebakan.

Kelompok teroris bersenjata yang melakukan penembakan nampaknya sengaja menunggu, atau sudah mencirikan kapan para prajurit TNI dari Kopassus turun untuk melakukan pengisian ulang perbekalan yang dibutuhkan. Saat itulah mereka menentukan siapa yang akan jadi sasaran utama.

Pratu Sandi Novian sendiri memang diberitakan telah memisahkan diri dari rekan-rekannya saat hendak membeli keperluan pribadi. Di saat itulah ia disergap oleh sekelompok orang yang kemudian menembaknya dengan pistol yang disembunyikan di kantung tas noken ke arah kepala anggota Grup 2/Sandi Yudha tersebut, yang jelas berakibat fatal. Pistol Pindad G2 anggota Kopassus tersebut pun hilang diambil.

Sembari mendoakan agar Almarhum diterima di sisi-Nya sesuai amal ibadahnya serta mendukung TNI dalam menumpas gangguan keamanan serta terorisme, hendaknya setiap anggota TNI pun sebaiknya tetap memelihara kewaspadaan dimanapun, karena bahaya selalu mengintai dan memanfaatkan kelengahan korbannya. Keunggulan Pasukan Khusus seperti Kopassus ada pada daya gempur dan unsur kejutan. Jika hal itu hilang dan lawan lebih banyak, bisa jadi tetap terdesak. (Aryo Nugroho/UC News/TSM)

Baca Juga:  Pembelian Sukhoi Su-35, Kemhan-TNI AU Harus Cermat

2 Komentar

Tinggalkan Balasan