Prajurit Wanita Kurdi Cantik Ini, Diduga Pengebom Tentara Turki

Avesta Khabur alias Zuluh Hemo, 20, petempur wanita Kurdi yang diduga meleldakkan diri untuk membunuh tentara Turki dalam perang di Suriah. Foto/Al Arabiya

Seorang petempur wanita Kurdi dilaporkan telah melakukan serangan bom bunuh diri terhadap pasukan militer Turki di Suriah. Dua tentara Turki terbunuh oleh ledakan granat, namun dirahasiakan.

Aksi wanita Kurdi yang diduga jadi pelaku bom (bomber) bunuh diri dalam perang melawan tentara Turki di Suriah itu dilaporkan New York Times pada hari Minggu.

SMM Syria, situs kelompok pemantau krisis Suriah melalui akun Twitter-nya, @smmsyria, juga melaporkan hal serupa. ”#YPJ petempur wanita Avesta Khabur meledakkan dirinya untuk menghentikan serangan pasukan Turki di Desa Hemmam di wilayah #Afrin, menewaskan beberapa tentara Turki dan menghancurkan sebuah tank tempur,” tulis situs tersebut.

Women’s Protection Unit (YPJ), bagian dari Pasukan Demokratik Suriah (SDF), dalam sebuah pernyataan mengonfirmasi bahwa wanita berusia 20 tahun itu diidentifikasi sebagai Zuluh Hemo dan telah bertempur dengan nama Avesta Habur.

”Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi kasus pertama serangan bunuh diri oleh orang Kurdi melawan pasukan Turki di Suriah sejak pasukan daratnya melintasi perbatasan awal bulan ini,” tulis New York Times.

Surat kabar Kurdi berbahasa Inggris, Rudaw, melaporkan seorang petempur berusia 20 tahun, Avesta Khabur, dengan YPJ Kurdi mendekati sebuah tank Turki dan meledakkan bahan peledak. Dia membunuh dirinya sendiri, menghancurkan tank tersebut dan membunuh tentara Turki dalam upaya untuk menghentikan serangan di Hemame, Afrin.

Baca Juga:  Tampar Tentara Israel, Remaja Putri Ini Dituntut 12 Pasal Oleh Israel

Kelompok YPJ Kurdi menganggap sosok wanita muda itu sebagai pahlawan mereka. Dia bahkan dinyatakan sebagai contoh wanita Kurdi yang berjuang untuk kebebasan.


Pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) diduga tahu soal serangan bom bunuh diri wanita tersebut. Namun, pihak koalisi menolak mengonfirmasi karena Turki dan Kurdi sama-sama sekutu mereka.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan