Pramugari Dan Awak Pesawat Kepresidenan Latihan Survival Santap Cobra

Prajurit dan awak kru pesawat
Landasan Udara Halim Perdanakusuma
melakukan simulasi latihan Search and Rescue (SAR). Salah satu simulasi yang dilakukan yakni memakan ular untuk bertahan hidup di alam liar.

Kepala Urusan Sejarah (Kaur Jarah) Penerangan Lanud Halim Perdanakusuma, Mayor Sus Dwi Indro, mengatakan latihan survival (bertahan hidup) tersebut berlangsung di kawasan Kalijati, Subang, Jawa Barat sejak Rabu (21/2) hingga Jumat (23/2).

Latihan tersebut diikuti oleh
prajurit TNI, awak pesawat, pramugari dan pramugara termasuk untuk penerbangan VVIP seperti untuk penerbangan Kepresidenan dan
Panglima TNI.

Selain itu, kata Indro, pihaknya mengikutkan anggota Satpol PP, anggota BNPB, PMI dan beberapa anggota Pramuka. Mereka menjalani latihan dasar SAR agar bisa bertahan hidup di
alam liar, baik di hutan lebat, di perairan di sejumlah medan berat.

“Dalam latihan survival dasar di hutan, pasukan yang sedang berusaha tetap hidup memanfaatkan bahan makanan alami di hutan,” ujar Dwi Indro dalam keterangan tertulisnya

Indro mencontohkan, jika kesulitan mencari air, pajurit bisa menebang batang rotan, dan dari batang itu akan keluar air yang aman untuk diminum.

Cara lainnya adalah menebang pohon
pisang hutan, kemudian menyisakan pokok batangnya yang nanti akan terisi air secara alami dari batang tersebut.

“Untuk mendapatkan makanan, selain bisa menangkap binatang di hutan dengan teknik menjerat, juga bisa mengumpulkan pucuk-pucuk daun muda yang aman untuk dimakan,” katanya.

Baca Juga:  Artileri Swagerak Terbaru TNI AD

“Jika bisa menemukan buah nangka atau
mangga matang di pohon yang tumbuh liar di hutan benar-benar merupakan rejeki nomplok bagi para pelaku survival,” tambahnya.

Rezeki ‘nomplok’ lainnya, kata Indro, ketika prajurit yang sedang bertahan hidup menemukan ular piton atau kobra.


“Umumnya personel TNI sudah dilatih
menangkap ular secara aman termasuk cara memakannya. Ular piton sebesar lengan orang dewasa dan kobra yang terkenal ganas bisanya benar-benar menjadi bahan makanan mewah bagi pasukan TNI yang sedang melaksanakan
combat survival,” jelas Indro.

Indro pun menjelaskan cara menyantap ular tersebut saat sedang dalam upaya bertahan hidup. Ular dipotong dengan jarak sejengkal dari kepalanya untuk menghindari bisa ular. Darah yang mengucur diminum langsung.

“Kulitnya dilepas dengan cara menarik dari atas ke bawah, lalu dagingnya dibakar setelah itu disantap ramai-ramai,” katanya.

Namun, kata Indro, pada kenyataannya sangat sulit mendapatkan ular piton dan sejenisnya dalam latihan SAR. Oleh karena itu, para pelatih cenderung membelinya dari pelanggan yang biasanya menyediakan ular bagi TNI.

“Untuk kemudian ular piton dan kobra itu lalu dikorbankan dalam latihan survival,” kata Indro.

“Semua peserta wajib, sedikit-sedikit saja yang penting makan,” tambah Indro.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan