Pratu Randi Gugur Setelah Selamatkan Nyawa Anak-anak TK di Sungai

Dalam musibah tenggelamnya Tank Angkut Personel M113 di Sungai Bogowonto, Purworejo, ada dua korban meninggal dunia. Salah satunya adalah Pratu Randi.

Prajurit TNI tersebut meninggal karena kelelahan terseret arus setelah sebelumnya naik turun ke aliran sungai menyelamatkan belasan siswa TK yang tenggelam di air. Semuanya siswa TK berhasil diselamatkan.

Namun saat hendak menyelamatkan Ibu Guru Iswandari. Pratu Randi diduga telah kehabisan tenaga hingga akhirnya tenggelam terseret arus Sungai. Keduanya meninggal dunia.

“Dia (Pratu Randi) mengalami kelelahan menyelamatkan anak-anak supaya tidak terbawa arus. Tapi pada akhirnya dia sendiri juga terbawa arus,” kata Kadispenad TNI AD Brigjen Alfret Denny Tuejeh dalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu.

Selain Randi, korban meninggal dunia adalah Ny Iswandari, ketua Yayasan TK Ananda juga meninggal di rumah sakit karena terbawa arus.


Mengutip Tribunnews.com, Sabtu (10/3/2018), kejadian berawal pada pukul 08.00 WIB, saat PAUD dan TK Sindurjan Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, melaksanakan outbond di Yonif 412/BES.


Para siswa melaksanakan simulasi naik helikopter bersama siswa-siswi TK Masitoh, TK Siwi, PAUD Lestari dan PAUD Handayani. Setelah selasai, mereka diajak turun ke lapangan HR mengikuti kegiatan di lapangan HR Yonif 412.

Oleh personel Yonif 412, siswa-siswi di perkenalkan lintasan HR sampai di jembatan timbang selesai. Setelah itu, para siswa diajak ke garasi tank dan dikenalkan tank M113. Mereka kemudian diajak naik kendaraan tempur itu ke Sungai Bogowonto dengan menggunakan tiga unit tank, di mana satu tank dinaiki sekitar 20 penumpang siswa TK dan PAUD).

Baca Juga:  Polisi Militer Rusia Temukan Peledak Buatan AS dan Jerman di Aleppo

Putaran pertama, tiga tank berjalan mulus. Namun saat putaran kedua, satu tank kena musibah, tergelincir dan tenggelam.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan