Presiden Iran Minta Maaf Telah Tembak Pesawat Ukraina

Iran akhirnya mengakui secara resmi bahwa militernya telah melakukan aksi salah sasaran dengan menembak pesawat maskapai Ukraina hingga menewaskan 176 warga dari berbagai negara.

Presiden Iran Hassan Rouhani secara resmi telah meminta maaf atas kecerobohan militernya. Dia juga berjanji akan terus menyelidiki dan mengadili pihak yang bertanggung jawab atas kesalahan yang tak bisa dimaafkan.

“Republik Islam Iran sangat menyesal dengan kesalahan yang mengerikan ini dan saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga korban. Iran memerintahkan semua institusi terkait untuk memberikan kompensasi dan penghiburan kepada keluarga yang berduka,” tulis Rouhani seperti dikutip dari CNNIndonesia.

“Saya juga menyampaikan duka terdalam dan simpati dari pemerintah Iran kepada bangsa, pemerintah, serta keluarga korban-korban yang tidak berasal dari Iran.

Rouhani menyebut insiden “menyakitkan” ini tidak boleh diabaikan dan pihaknya siap untuk melakukan penyelidikan lanjutan.

“Untuk mengidentifikasi akar penyebab tragedi ini dan menuntut pihak yang bertanggung-jawab atas kesalahan tak termaafkan ini, dan memberitahukan hasilnya pada rakyat Iran dan juga keluarga korban,” kata Rouhani.

Pemerintah Iran, menurutnya, juga akan memperbaiki kelemahan sistem pertahanan negara agar tidak ada insiden salah tembak untuk kedua kalinya.

“Perlu untuk memberlakukan pengaturan dan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kelemahan sistem pertahanan negara agar bencana seperti itu tidak berulang,” tutur Rouhani.

“Sekali lagi, saya berdoa bagi mereka yang kehilangan nyawa dan berharap keluarga yang berduka untuk bersabar,” lanjut dia.

Baca Juga:  Jawab Amerika Serikat, China Gelar Parade Militer Terbesar

Dalam pernyataan ini, Rouhani juga menyebut aksi salah tembak dilakukan Angkatan Bersenjata yang sedang dalam kondisi siaga tinggi menghadapi kemungkinan serangan dari Amerika Serikat.

“Sangat disayangkan kondisi ini berujung pada bencana besar yang menyebabkan orang-orang tak bersalah kehilangan nyawa karena faktor kesalahan manusia,” katanya.

Sumber: cnnIndonesia,com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan