Presiden Myanmar Mundur, Junta Militer Bisa Berkuasa Lagi

Kabar mengejutkan datang dari Myanmar. Presiden sipil pertama mereka, U Htin Kyaw dilaporkan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan yang memburuk, Rabu (21/3).

U Htin Kyaw tak ubahnya Presiden Boneka yang terjepit pada kemauan Aung San Su Kyi sebagai ketua partai dan kehendak militer yang masih menguasai pemerintahan.

Mundurnya Htin Kyaw, presiden sipil pertama Myanmar, kembali memunculkan kekhawatirkan bahwa militer akan memanfaatkan situasi ini untuk berkuasa lagi di pemerintahan.


Hal ini lantaran pejabat penggantinya adalah wakil presiden U Myint Swe yang berasal dari militer. Dia akan menggantikan Htin Kyaw sementara sampai presiden baru dipilih dalam tujuh hari ke depan. Karena itulah beberapa kalangan khawatir hal ini membuka kesempatan bagi militer untuk memenangkan pemilihan presiden, pengganti Htin Kyaw nanti.


Dilansir Myanmar Times, sejumlah nama yang dianggap berpotensi menggantikan Htin Kyaw sudah bermunculan. Salah satu yang paling disorot adalah Ketua Pyidaungsu Hluttaw atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Myanmar U Win Mynt.

Spekulasi ini muncul setelah Win Mynt, anggota senior NLD, mengundurkan diri sebagai ketua DPR tak lama setelah Htin Kyaw mengumumkan pengunduran dirinya. Win Mynt juga merupakan salah satu orang kepercayaan Suu Kyi di NLD.

Selain Win Mynt, beberapa nama lain yang dianggap berpotensi mengisi jabatan presiden ialah pemimpin Dewan Naypyitaw Myo Aung, Kepala Menteri Wilayah Mandalay Zaw Myint Maung, Kepala Menteri Wilayah Magwe Aung Moe Nyo, tokoh demokrasi yang dekat dengan Suu Kyi, Min Ko Naing. (cnnindonesia)

Baca Juga:  China Siap Mendukung Rusia Melawan Amerika Serikat, Babak Baru Perang Dingin II

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan