Presiden Ukraina Ingatkan Ancaman Invasi Rusia Secara Total

Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengingatkan pada rakyatnya tentang kemungkinan invasi besar-besaran Rusia “dari semua arah”.
“Ukraina akan terus membutuhkan dukungan internasional yang kuat dalam memerangi agresi Rusia,” kata Poroshenko pada pembukaan sidang parlemen, 6 September 2016.

“Sedangkan mengamankan dukungan dari negara sekutu kita menjadi semakin sulit bagi para diplomat kita untuk menyakinkan mereka, karena faktor obyektif dan subyektif yang berbeda.”

Konflik di Donbass, perbatasan Ukraina-Rusia telah menewaskan lebih dari 9.500 orang sejak aksi kekerasan separatis meletus dua tahun yang lalu, dan perjanjian gencatan senjata secara rutin dilanggar.

Ketegangan antara Ukraina dan Rusia kembali meningkat pada bulan Agustus setelah Rusia menuduh Ukraina merencanakan serangan di Crimea.

Akibatnya, walau sementara ini Poroshenko mengatakan bahwa Ukraina sekarang lebih aman daripada tahun lalu, ia juga memperingatkan bahwa invasi skala penuh dari Rusia tidak bisa dikesampingkan.

“Selama tahun berikutnya, kekuatan politik bisa datang ke kekuasaan sebagai hasil dari pemilu di beberapa negara Eropa yang pro kita, tetapi ada juga yang cenderung berkompromi dengan Kremlin,” kata Poroshenko.


“Eropa masih saat ini berbicara dengan satu suara pro dengan kita, tetapi ada juga negara-negara Eropa yang mulai pro Rusia dan sudah tterdengar.”


Dalam kasus eskalasi serius, hukum bela diri dan gelombang lain mobilisasi massa rakyat Ukraina dapat dideklarasikan di medan tempur, kata Proshenko. Dia juga mengklaim telah berhasil merekrut tentara cadangan baru sebanyak 45.000, yang siap pergi ke medan perang jika dibutuhkan.

Baca Juga:  INS Arihant Kapal Selam Pelengkap Triad Nuklir India

Ukraina juga tetap ngotot dan berharap bisa segera bergabung dengan NATO.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan