Proposal Nuklir Indonesia Disambut Positif IAEA

image

Pemerintah semakin serius menggarap tenaga Nuklir. Salah satunya lewat  Regional Capacity Building Initiative (RCBI) nuklir Indonesia, yang akan menjadi flagship pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai bagi kawasan Asia Pasifik.

Dukungan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan negara-negara anggota menunjukkan pengakuan dan kepercayaan atas penguasaan teknologi nuklir yang telah dicapai oleh Indonesia.

Program RCBI diluncurkan oleh Perutusan Tetap Republik Indonesia di Wina pada pertemuan dengan negara-negara kontributor program IAEA dalam pemanfaatan nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan di markas IAEA, Wina (29 September 2015).


Atase Ilmu Pengetahuan PTRI Wina Syahril menjelaskan di hadapan wakil-wakil dari Amerika Serikat, Kanada, Jepang, Australia, Perancis, Selandia Baru, Inggris, dan Swedia bahwa teknologi nuklir di Indonesia selain untuk pembangkit listrik juga untuk pertanian, pangan, kesehatan dan manufaktur.

“Penggunaan iptek nuklir di bidang pertanian melalui pemuliaan tanaman memungkinkan petani untuk mendapatkan varietas unggul padi, kedelai dan gandum dengan  produktivitas jauh lebih tinggi dan tahan hama,” ujar Syahril.


Penggunaan varietas unggul pada gilirannya akan mampu meningkatkan kapasitas produksi nasional sekaligus efektif untuk menekan tingkat ketergantungan impor pangan.

Untuk memastikan keberhasilan RCBI, Indonesia menawarkan kepada negara-negara anggota IAEA untuk ikut berkontribusi dalam implementasi inisiatif tersebut baik dalam bentuk pendanaan, program maupun tenaga ahli.

Tawaran dimaksud telah mendapat sambutan hangat dari wakil-wakil negara maju dan pimpinan sekretariat IAEA yang hadir.

Baca Juga:  1.620 Personel Pendukung Latihan PPRC TNI 2018 Berangkat Ke Daerah Latihan

Dijadwalkan dalam waktu dekat akan digelar pertemuan lanjutan untuk membahas teknis penyelenggaraan dengan melibatkan negara-negara donor, IAEA, dan negara-negara target penerima bantuan

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan