Proyek Pesawat Tempur KF-X Korea Selatan Terus Melaju

Proyek Pesawat tempur Korea Aerospace Industries (KAI) KF-X  terus melaju dengan berbagai teknologi. Pesawat tempur buatan dalam negeri Korea Selatan ini akan memiliki versi dua kursi, pengembang telah mengkonfirmasi, setelah bertahun-tahun penggambarannya hanya dengan satu kursi. Dan tipe tersebut akan dilengkapi dengan rudal udara-ke-udara MBDA Meteor dan Diehl IRIS-T, ujar sumner Departemen pertahanan Korea Selatan, dirilis Aviationweek.com, 12/10/2017.

IRIS-T (Infra Red Imaging System Tail / Thrust Vector-Controlled) adalah program yang dipimpin Jerman untuk mengembangkan rudal udara-ke-udara infra merah jarak pendek untuk menggantikan Sidewinder AIM-9 yang digunakan di beberapa negara anggota NATO. Setiap pesawat yang mampu menembak Sidewinder juga mampu meluncurkan IRIS-T.

Sebelumnya, pada 22/8/2017, Cobham Mission Systems yang berbasis di Wimborne, Inggris, mendapatkan kontrak senilai £ 7 juta dari Korean Aerospace Industries Ltd (KAI) untuk menyediakan peralatan pengangkut senjata dan peluncurnya untuk pesawat tempur multi fungsi generasi masa depan KF-X.

Cobham akan mengirimkan sejumlah unit Peluncur Rudal / Missile Eject Launcher (MEL) ke KAI pada tahun 2020 untuk pesawat tempur KF-X, yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun 2025. Alat ini aadalah long stroke ejection system yang sangat kuat yang memungkinkan pengangkutan dan pelepasan rudal udara-ke-udara jenis Meteor atau AMRAAM tanpa perubahan peran”, ujar Vice President, GM dari Cobham Mission Systems Wimborne, Ken Kota.
Korea Selatan menargetkan dapat menyelesaikan rancangan jet tempur canggih ini pada paruh pertama tahun 2018, dengan tugas utama lainnya yang sedang berjalan dengan baik adalah pengembangan sistem radar AESA di proyek KF-X, ujar wakil DAPA, Korea Selatan beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Taiwan Terus Diteror Pesawat Tempur China

Korea Selatan menjalankan rencana pembuatan pesawat ini di tahun 2000-an untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 yang telah menua, dan secara resmi meluncurkan program jet tempur KF-X senilai US $ 7,7 miliar pada awal 2016. Indonesia merupakan mitra, berbagi 20 persen dari total biaya.

Lembaga Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) bertujuan untuk menyelesaikan pengembangan pesawat terbang pada tahun 2026 dan dilanjutkan dua tahun operasi uji kemampuan. Korea Selatan berencana mendapatkan sekitar 120 pesawat tempur KF-X.

“Kami sedang mengerjakan desain bentuk dan akan selesai pada Juni 2018,” kata seorang pejabat DAPA. “Ini akan menjadi final, ada sedikit kemungkinan perubahan”, ujarnya dikutip Yonhap, 13/7/2017.


Korea Selatan juga sedang fokus pada pengembangan radar AESA buatan dalam negeri, elemen inti untuk jet tempur generasi 4.5 ini.


Pada tahun 2016, Badan Pembangunan Pertahanan (ADD) yang dikelola negara menandatangani kontrak dengan Hanwha Thales, sebuah perusahaan pertahanan setempat yang kemudian mengganti nama menjadi Hanwha Systems, untuk pembuatan radar. ADD memiliki kesepakatan terpisah untuk mendapatkan bantuan dari Elta Systems Israel dalam menguji prototipe-nya.
Hanwha mengatakan telah memproduksi prototipe radar pertama yang dimaksudkan untuk didemonstrasikan apakah radar itu cocok dengan pengembangan sistem jet KF-X. Radar AESA telah dibuat oleh Hanwha Systems yang dibantu oleh Elta Systems Israel.

Sistem peluncur dan pengangkut senjata mulai disiapkan oleh Cobham Mission Systems, Wimborne, Inggris, yang mampu membawa senjata utama rudal Meteor dan AMRAAM. Kini Korea Selatan sedang berusaha melengkapi sistem senjata KFX, untuk menjadi pesawat modern dan tangguh.

Baca Juga:  1.000 Tank MBT Altay Buatan Dalam Negeri Akan Perkuat Turki

Sumber : jkgr.com

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan