Psy War, Korut Sebar Ribuan Kertas di Seoul Korsel Menghina Donald Trump

selebaran berisi pesan penghinaan untuk Presiden AS Donald Trump yang dijatuhkan Korut di atas Seoul, Korsel, pada Minggu (29/10/2017). Foto/Twitter@pearswick

Pemerintah Korea Utara (Korut) mengirim ribuan selebaran yang isinya tulisan menghina Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Ibu Kota Korea Selatan (Korsel), Seoul. Dalam tulisan berbahasa Korea tersebut, isinya  menyebut Trump “sakit mental” dan “dotard”.

Istilah “dotard” pernah digunakan diktator muda Korut Kim Jong-un yang berarti seseorang yang lemah atau pikun.

Pyongyang mengirim selebaran itu dengan dimasukkan ke dalam balon yang meledak di atas langit Seoul lalu menjatuhkan isi selebaran.

Banyak pihak menduga bahwa aksi ini adalah bentuk respons Kim Jong-un terhadap pidato Donald Trump di sidang Majelis Umum PBB bulan lalu di mana presiden AS tersebut meledek sang pemimpin Korea Utara dengan sebutan “manusia roket”.


Gambar-gambar selebaran tersebut dipublikasikan di Twitter pada hari Minggu oleh James Pearson, koresponden Korea Utara untuk Reuters.

“’Sakit mental’, ‘Trump Dotard’—ditemukan di lebih banyak selebaran propaganda dari Korea Utara di Seoul tengah,” tulis Pearson via akun @pearswick, yang dikutip Senin (30/10/2017).

Pesan penghinaan itu muncul setelah beberapa pekan lalu, poster-poster yang memuat gambar hantu Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dikirim Korut melalui zona demiliterisasi (DMZ).

Ketegangan di semenanjung Korea terus meningkat ketika Pyongyang bertekad untuk terus melakukan uji coba senjata nuklir dan rudal untuk menanggapi latihan militer gabungan reguler AS dan Korea Selatan.

Baca Juga:  Deal! Turki Setuju Jual 30 Helikopter ATAK Ke Pakistan Senilai 21 Triliun

Dalam sebuah kunjungan ke Korea Selatan pada hari Sabtu, Menteri Pertahanan AS James Mattis mengatakan bahwa dia tidak dapat membayangkan AS bisa menerima Korea Utara sebagai negara nuklir. Setelah bertemu dengan Meteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-moo, Mattis mengatakan bahwa Washington tidak akan mengurangi tekanan pada Pyongyang.

”Jangan salah, serangan ke Amerika Serikat atau sekutunya, akan dikalahkan. Dan penggunaan senjata nuklir apapun akan disambut dengan respons militer besar-besaran yang efektif dan luar biasa,” kata Mattis.

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan