PT DI Tawarkan CN 235 Bersenjata Ke Thailand, Padahal TNI Belum Punya?

Kemampuan bikin alutsista biasamya akan diprioritaskan untukbkepentingan dalam negeri baru kemudian diekspor. Negara seperti Amerika Serikat bahkan tidak mengekspor alutsista strategis seperti pesawat F-22 Raptor dan pembom siluman Nihgthawk untuk mencegah teknologinya ditiru oleh musuh.

Namun di Indonesia ceritanya bisa terbalik. Seperti diberitakan oleh TAF (5/12/2019) PT Dirgantara Indonesia (DI) menawarkan kepada AL Thailand pesawat patroli maritim CN 235 yang dilengkapi dengan senjata berat untuk menggantikan pesawat Fokker F 27 Mk200.

Dalam tender ini PTDI terlihat sangat serius tidak tanggung-tanggung pesawat yang ditawarkan pun belum dipakai oleh TNI AL, CN 235 220 ini sudah dimodifikasi sedemikan rupa agar bisa membawa seabrek peralatan sensor dan senjata sebut saja untuk sensor pesawat CN 235 ini sudah membawa sistem peringatan dini dari serangan roket dan rudal anti pesawat serta tentu saja sensor berupa FLIR yang terletak di dagu pesawat.

Sedangkan untuk senjata CN 235 terdapat dua titik (pylon) senjata di bawah sayap dan dua titik (pylon) di setiap sisi tubuh. Senjata yang dapat dibawa pun bermacam-macam menyesuaikan kebutuhan seperti torpedo ringan, peluncur roket berpemandu laser kaliber 2,75 inchi seperti APKWS, rudal anti kapal kelas berat seperti Harpoon atau exocet, belum cukup juga? Sisi kiri pintu samping masih menempel senapan mesin kaliber 30 mm

Kelebihan lain, CN235-220 MPA memiliki waktu operasi Hi-Lo-Hi 11 jam dan 20 menit, 100 mil dari dasar laut, terbang berpatroli dengan ketinggian 2.000 kaki selama 10 jam dan 10 menit, terbang bolak-balik pada ketinggian 10.000 kaki.

Baca Juga:  Panglima TNI : Pembebasan Sandera di Tembagapura Papua Merupakan Operasi Gabungan TNI-Polri

Dengan spesifikasi diatas sudah dapat dipastikan pesawat ini mampu menjalani 3 macam misi yaitu anti kapal perang, anti kapal selam dan bantuan tembakan bagi pasukan di darat. Yang menjadi pertanyaan kapan TNI AL akan mempunyai pesawat patroli maritime dengan spesifikasi yang ditawarkan ke Thailand? Hanya waktu yang akan menjawab.

Sumber: Wolrd Defense Zone

1 Komentar

Tinggalkan Balasan