PT Dirgantara Indonesia Sudah Mampu Produksi Helikopter Sendiri

PT Dirgantara Indonesia (Persero) sebenarnya sudah sangat mampu untuk mendesain serta memproduksi helikopter sendiri untuk mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.

“Bukan hal tidak mungkin, dengan dukungan penuh pemerintah terhadap industri pertahanan, PTDI siap memproduksi helikopter sendiri,” kata Deputi Bidang usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, saat berbincang dengan wartawan, di Jakarta, Jumat.

Pernyataan yang diungkapkan Harry tersebut menjawab pertanyaan sejumlah kalangan terkait kemampuan PT DI memproduksi sendiri helikopter. PT DI sendiri sudah banyak mendesain pesawat dan merakit pesawat pesanan beberapa negara di dunia.


Pesawat jenis CN-235 pesawat itu merupakan desain asli anak bangsa yang dalam produksinya bekerjasama dulu dengan CASA Spanyol kini Airbus. Bahkan, saat ini PT DI tengah merancang jenis pesawat baru yaitu CN-245. Hanya saja, hingga kini, PT DI belum bisa mendesain jenis pesawat seperti helikopter.

Harry juga mengungkapkan, bahwa sesungguhnya sudah banyak helikopter yang terbang hasil buatan PT DI di Bandung. Hanya saja helikopter tersebut adalah hasil desain dari beberapa produsen helikopter dan kemudian PT DI hanya merakitnya.

“Helikopter-helikopter itu tidak desain PT DI, tapi kita hanya manufacturing atau merakit kemudian menerbangkan,” katanya.

Tantangan utama adalah banyaknya varian helikopter sehingga susah untuk ditemukan peluang yang pas untuk masuknya Helikopter baru. Berbagai produsen helikopter seperti Bell, Eurocopter sudah memiliki banyak varian, sehingga pasar sudah sangat kompleks.

Baca Juga:  Tingkat Produksi, PT DI Berencana Bikin Pabrik Baru

Namun Harry memastikan PT DI sudah bekerjasama dengan beberapa produsen helikopter tersebut untuk bisa merakit di Bandung. Dengan begitu, beberapa pasar di ASEAN bisa menjadi lahan PT DI mengingat akan lebih efisien.

Mengenai kualitas produk helikopter yang dirakit PT DI, diklaim Harry juga sama dengan yang dirakit di pabrik masing-masing.


Dia mengemukakan kualitas helikopter jenis EC725 Super Cougar tidak kalah jika dibandingkan dengan jenis AW 101.

“Jadi tetap, PT DI dalam memproduksi pesawat sekarang disesuaikan dengan Rencana Strategis Hankam,” ujar Harry.

Dengan begitu, bukan suatu hal yang tidak mungkin dengan dukungan penuh pemerintah PT DI mampu mendesain dan memproduksi helikopter sendiri. (antaranews)

2 Komentar

  1. Kalau begitu segera wujudkan gandiwa. Buktikan bahwa statmen negatif yang beredar tidak benar. Semoga kinerja PT. DI bisa setara dengan PT. pindad dan PT. PAL.

  2. Manufacturing atau assembling? Perbedaannya besar pak. Dan pemerintah harus nya lebih mendukung dan memajukan PT.DI baik dengan revitalisasi peralatan dan perlengkapan maupun dengan membuat ketetapan-ketetapan TOT terhadap produk import yang lebih signifikan dari sekarang.

Tinggalkan Balasan