PT PAL Punya Desain Kapal Induk Helikopter

Indonesia masuk negara kedua yang dibidik oleh Inggris untuk ditawari HMS Wilson, Kapal Induk Helikopter yang akan dipensiunkan jika Brazil menolak tawaran negeri Ratu Elizabeth.

Kebutuhan Indonesia akan kapal Induk dipandang masyarakat cukup mendesak. Terutama jika melihat luasnya lautan dan sebagai kesiagaan jika sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak seperti evakuasi bencana dan rumah sakit apung serta pusat komando dalam operasional perang.

Jika mengharapkan Kapal Induk Pesawat Tempur, tentu bagai pungguk merindu bulan. Selain biaya operasional yang tinggi, uangnya juga gak ada broo. Kapal terbesar operasional perang saat ini adalah kelas LPD/ Landing Perform Dock buatan PT PAL yang bisa menampung 2-4 helikopter.

Sekitar tahun 2013, BUMN PT PAL sudah resmi memperlihatkan desain mockup serta spesifikasi kapal induk helikopter / helicopter carrier. Upaya PT PAL ini setelah sukses membangun kapal besar, seperti LPD (Landing Platform Dock) dan kapal pengangkut barang (kargo) Star 50.

Satu-satunya masalah adalah teknologi elevator pembawa helikopter yang belum dikuasai insinyur dalam negeri.

Debut kapal induk helikopter merupakan suatu kebutuhan strategis, kehadirannya tak sekedar membuat efek deteren di kawasan, lebih dari itu peran kapal induk helikopter penting untuk mendukung operasi kemanusiaan bila suatu waktu diperlukan.


Sebagai contoh saat terjadi musibah Tsunami di Aceh, negara-negara asing banyak yang menggelar fungsi kapal induk helikopter di lepas pantai Aceh. Sementara deployment TNI AL untuk helikopter paling banter dengan menghadirkan LPD (Banjarmasin Class), yang punya helipad besar untuk menampung tiga helikopter ukuran sedang.

Baca Juga:  Kapal PKR TNI AL Akan Gunakan Propulsi Tambahan Bakker Sliedrecht

Dalam konteks dukungan pada operasi tempur, jelas helicopter carrier akan memenang peranan vital. Dengan kemampuan logistik, komunikasi dan hub transportasi, kapal induk bakal di daulat sebagai kapal markas. Sebagai kapal induk helikopter, dalam konsepnya PT PAL menyebut luas deck utama dapat didarati delapan unit helikopter ukuran sedang. Sementara masih ada delapan unit helikopter lainnya yang berada di dalam hanggar. Masih tentang daya angkut, konsep kapal induk yang disebut-sebut digarap dalam satu bulan ini dapat membawa 450 pasukan, 60 unit ranpur atau 200 kendaraan biasa. Sementara awak kapal induk disiapkan untuk 160 personel.

Bila ada niatan dari pemerintah untuk mewujudkan kapal induk ini , jelas bukan hal yang impossible, pasalnya PT PAL sudah memiliki fasilitas dok apung yang masing-masing berkapasitas 50.000 ton. Dari sisi rancang bangun, PT PAL tidak bergerak dari nol, kapal induk helikopter PT PAL dibangun dari platform lambung kapal kargo Star 50 yang manganut Double Skin Bulk Carrier. Dengan penguasaan teknologi lambung kapal, maka bisa dibilang separuh pekerjaan sudah bisa dilalui. Star 50 sendiri sudah berhasil dipasarkan PT PAL ke manca negara, kapal berbobot mati 50 ribu ton ini sudah dibeli Hong Kong (4 unit), Jerman (2 unit), Turki (2 unit), dan Singapura (1 unit). Dan, yang paling membanggakan, dunia internasional mengakui kapal buatan PT PAL ini sebagai salah satu kapal terbaik di dunia.

Baca Juga:  Tank Medium Buatan Pindad Siap Mejeng di TurkiĀ 

Justru yang menjadi tantangan terberat bukan soal pembangunan konstruksi, integrasi sistem pada kapal diyakini menjadi tantangan utama untuk memproduksi kapal ini, contoh seperti teknologi navigasi, aneka sensor dan belum lagi sistem persenjataan yang akan terkait dengan manufaktur lain. Ironisnya konsep kapal induk helikopter ini tak ada kabar kelanjutannya, pihak TNI pun tak menjadikan pembangunan kapal induk ini sebagai prioritas. Kapal induk helikopter biasa juga disebut sebagai LPH (Landing Platform Helikopter).

Spesifikasi kapal induk helikopter rancangan PT PAL :

  • Length overall: 190 meter
  • Length in waterline: 183,54 meter
  • Breadth: 30,5 meter
  • Depth Maximum: 24 meter
  • Draught (full Load): 7 meter
  • Displacement (full load): 35.000 tonnes
  • Cruising Speed: 15,5 knots
  • Range: 31.484 km pada kecepatan 15.5 knots

Sumber: indomiliter.com

1 Komentar

Tinggalkan Balasan